Korban Tewas Banjir dan Longsor di Gowa Jadi 11 Orang, 17 Masih Hilang

Antara ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 23:14 WIB
Korban Tewas Banjir dan Longsor di Gowa Jadi 11 Orang, 17 Masih Hilang

Tim SAR gabungan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. (Foto: iNews.id/Bugma)

GOWA, iNews.id – Jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah.

Pemkab Gowa mencatat hingga Rabu (23/1/2019) malam ini, korban tewas akibat bencana itu sebanyak 11 orang. Sedangkan 17 orang lainnya hingga kini masih hilang.

"Data anggota di lapangan, yang meninggal dunia itu 11 orang. Hari pertama musibah, Selasa 22 Januari itu lima orang karena banjir. Hari ini, Rabu (23/1) enam korban ditemukan meninggal dunia karena longsor," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Dia mengatakan, korban meninggal dunia yang berhasil di data oleh tim penanggulangan bencana di lapangan yakni, Daeng Sadda (65) Lina (30, Ulfa (3), Sri Wahyuni, dan Acce (21) semuanya warga Kecamatan Manuju yang tewas akibat longsor.

Sedangkan lima korban sebelumnya yakni, Akram Al Yusran (3), warga Pangkabinanga, Rizal Lisantrio (48) warga BTN Batara Mawang, Sarifuddin Dg Baji, serta seorang bayi yang belum teridentifikasi tewas karena tersengat listrik. Kemudian dua korban longsor lainnya juga belum teridentifikasi.

"Data yang masuk mengenai korban longsor ini sudah diperbaharui per pukul 21.00 WITA. Jadi ada 11 total warga kita yang meninggal dunia dan ada 17 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang," katanya.

BACA JUGA:

6 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Gowa, Ini Identitasnya

Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Gowa, 2.129 Warga Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 500 Lebih Warga Gowa Mengungsi di Masjid

Adapun 17 orang warga yang dinyatakan hilang di Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju yakni, Mansyur (45), Lallo, Rahmatiah (45), Daeng Lobo, Yana (10), Nurjannah (33), Asni (35), Sukma (45), Nurhipayah (20), bocah satu tahun Sikran. Kemudian pria paruh baya Daeng Bina (65), Rahul (1), Rapi (30), Basma (40), Bulan (15), Isra (30), dan Daeng Suji (40).

Bupati mengatakan semua korban hilang ini adalah warga Kecamatan Manuju yang masih dicari oleh tim gabungan. Adnan menambahkan, dalam musibah itu, selain korban banjir dan longsor, empat sarana infrastruktur jembatan penghubung jugadinyatakan terputus. Satu di antaranya adalah Jembatan Bongaya.

Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, ada 10 warga yang tertimpa longsor di Kecamatan Manuju.

"Berdasarkan informasi yang personel kami kumpulkan, 10 orang tertimbun longsor di Manuju," ungkap Shinto dalam rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Kantor Bupati Gowa, Rabu (23/1/2019).


Editor : Kastolani Marzuki