Korupsi Dana Desa Rp531 Juta, Oknum Kades di Kabupaten Gowa Ditangkap

Bugma ยท Selasa, 02 April 2019 - 22:33 WIB
Korupsi Dana Desa Rp531 Juta, Oknum Kades di Kabupaten Gowa Ditangkap

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga memaparkan kasus penyalahgunaan dana desa oleh oknum kepala desa di Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (2/4/2019). (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Seorang oknum kepala desa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), MS (59), ditangkap polisi karena diduga menyalahgunakan anggaran dana desa sebesar Rp531 juta. Tersangka menggunakan ADD untuk membeli dua mobil pribadi serta kebutuhan pribadinya.

Dari tangan tersangka MS, warga Dusun Bilonga Desa, Desa Batugulung, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, petugas Polres Gowa menyita dua unit mobil yang dibeli tersangka dari hasil korupsi anggaran dana desa dari periode 2015-2018 sebagai barang bukti.

Polisi juga menyita banyak dokumen di antaranya dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan laporan realisasi APBDes tahun anggaran 2015-2018. Kemudian, dokumen pencairan dana desa, sejumlah kuitansi pengambilan dana dan laporan penghitungan keuangan kerugian negara dari Inspektorat Pemkab Gowa.

BACA JUGA:

Sri Mulyani ke Pejabat Daerah: Saya Benci Kalau Anggaran Dikorupsi

Korupsi Dana Desa, Kades Balearjo Malang Dijeblos ke Penjara

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga memaparkan, dari pemeriksaan di Tipidkor Reserse Kriminal Polres Gowa, tersangka MS telah menyalahgunakan anggaran dana desa dari periode 2015-2018. Modus yang digunakan tersangka dalam penyalahgunaan dana, tidak merealisasikan anggaran dana desa sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Ada beberapa pekerjaan proyek yang mestinya diserap anggarannya, tetapi faktanya pekerjaan itu tidak ada,” kata Kapolres Gowa saat pemaparan di Mapolres Gowa, Selasa (2/4/2019).

Kemudian, tersangka juga mengambil dana dari penyelenggaraan pemerintah desa untuk kepentingan pribadi. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk membayar tunjangan, honor, uang makan dan minum, serta tranportasi bagi aparatur desa.

“Ini artinya, hak orang diambil dan kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Selain itu ada juga modus ketika tersangka tidak menyerahkan uang Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) ke pengelola dan tidak juga menyetorkan ke rekeningnya. Tersangka kemudian menggunakan anggaran dana desa dan sejumlah uang yang diperkirakan Rp531 juta tersebut untuk keperluan pribadi, termasuk membeli dua mobil pribadi.

“Perbuatan tersangka juga bahkan sudah menjadi temuan Satgas yang dibentuk oleh Kementerian Pedesaan,” ujarnya.

Sementara tersangka MS kepada polisi mengakui perbuatannya menggunakan anggaran dana desa untuk kebutuhan pribadi dan menutupi biaya hidup keluarganya. Dia juga mengaku telah ditegur oleh atas perbuatannya. “Saya sudah ditegur Inspektorat hingga Satgas dari Kementerian Desa,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara.


Editor : Maria Christina