KPU Makassar Koordinasi dengan Bawaslu terkait Penggelembungan Suara

Yoel Yusvin ยท Rabu, 24 April 2019 - 19:29 WIB
KPU Makassar Koordinasi dengan Bawaslu terkait Penggelembungan Suara

Proses koordinasi KPU dan Bawaslu Makassar terkait dugaan penggelembungan suara. (Foto: iNews/Yoel Yusvin).

MAKASSAR, iNews.id - Dua komisioner KPU Kota Makassar mendatangi Kantor Bawaslu untuk berkoordinasi soal dugaan penggelembungan surat suara Pemilu 2019. Keduanya yakni Ketua KPU, Farid Wajdi dan anggota KPU, Endang Sari.

Kedatangan mereka diterima Ketua Bawaslu Makassar, Nursari dan Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sri Wahyuningsih. Koordinasi tersebut berlangsung secara tertutup.

Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi mengatakan, kedatangannya ini untuk mengklarifikasi sejumlah hal, di antaranya dugaan penggelembungan suara di tingkat TPS.

BACA JUGA: Sekretaris dan Bendahara KPU Makassar Tersangka Korupsi Dana Hibah

"Tadi kami berkoordinasi, kalau benar ada selisih suara seperti apa tahapannya," kata Farid di Kantor Bawaslu Jalan Anggrek, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (24/4/2019).

Menurut dia, dari hasil pertemuan tadi, dugaan penggelembungan suara sepakat akan didalami Bawaslu. Namun, kata Farid, tidak semua kesalahan ini berdasarkan kecurangan yang terorganisasi. Menurutnya, bisa jadi karena faktor kelelahan anggota KPPS.

Dia menilai, terlalu awal untuk menyimpulkan kalau kesalahan input data di formulir C1 disebabkan karena kecurangan. KPU sendiri lebih fokus pada pembenahan data-data yang ada, semisal dengan membuka kembali kotak suara atas persetujuan Bawaslu.

BACA JUGA: 21 TPS di Jateng Gelar PSU karena Banyak Pelanggaran Administrasi

"Kalau ada selisih, maka tahapannya kita buka kota suara untuk menghitung kembali. Tentu atas rekomendasi Bawaslu nantinya," ujarnya.

Sebelumnya, dugaan penggelembungan suara di tingkat TPS dilapor oleh tiga partai politik peserta pemilu ke Bawaslu Kota Makassar. Laporan yang masuk diduga dari sejumlah TPS di beberapa wilayah.

Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nusari mengatakan, laporan yang masuk memang menyoal terkait selisih suara sah yang tidak sinkron dengan formulir C1. Dia juga membenarkan dugaannya yakni penggelembungan suara.

"Iya, dugaannya ke sana. Sementara akan didalami dulu, bagaimana faktanya," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal