Mabes Polri Kirim Tim Inafis Gabungan untuk Identifikasi Korban Gempa

Antara ยท Senin, 01 Oktober 2018 - 20:21 WIB
Mabes Polri Kirim Tim Inafis Gabungan untuk Identifikasi Korban Gempa

Belasan jenazah korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng, dimakamkan massal di TPU Poboya Indah. (Foto: Koran Sindo/Mula Akmal)

MAKASSAR, iNews.id – Mabes Polri mengirim Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) gabungan dari Bareskrim Mabes, Inafis Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Inafis Polda Jawa Timur (Jatim) ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim akan membantu mengidentifikasi para korban gempa dan tsunami.

“Sore tadi berangkatnya, naik pesawat Hercules di Lanud (Pangkalan Udara) Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Senin (1/10/2018).

Dicky Sondani mengatakan, Mabes Polri membentuk Tim Inafis atau tim Identifikasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mempermudah proses identifikasi di lokasi gempa dan tsunami. Tim Inafis gabungan yang diberangkatkan dipimpin langsung oleh AKBP Dharma dari Pusat Inafis Bareskrim Mabes Polri dan dibantu Angga dari Pusinafis, Rahmat dari Sulsel, serta Aiptu Puji dan Muhammad Abduh dari Jatim.

“Untuk sementara ini lima orang saja dulu. Nanti setibanya di Palu, mereka akan langsung bekerja dan dibantu oleh anggota Inafis lainnya dari Polda Sulteng,” katanya.

BACA JUGA:

Ratusan Jenazah Korban Gempa Palu Akan Dimakamkan Massal

Gempa dan Tsunami Sulteng, Korban Meninggal Sampai Siang Ini 844 Jiwa 

Dia menjelaskan, salah satu tugas dari tim Inafis ini menentukan atau memastikan identitas orang yang hidup maupun mati, berdasarkan ciri khas yang terdapat pada orang tersebut. Identifikasi juga diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetahui identitas seseorang melalui sejumlah ciri yang ada pada orang tidak dikenal. Petugas akan menentukan apakah orang itu sama dengan orang yang hilang, yang diperkirakan sebelumnya sama dengan ciri-cirinya.

“Identifikasi forensik merupakan usaha untuk mengetahui identitas seseorang yang ditujukan untuk kepentingan forensik, yaitu kepentingan proses peradilan atau lainnya,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Jumat (28/9/2018), Badan Meterologi , Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Makassar menyatakan gelombang gempa bumi yang terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah dan daerah sekitarnya berpengaruh ke Sulawesi Barat.

“Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR), Jumat, pukul 17.02 WIB dengan pusat 0.18 Lintang Selatan 119.85 BT pada kedalaman 10 KM,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Balai Besar M&G Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilyah Makasar, Siswanto.

Dalam gempa tersebut, ratusan korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal. Banyak korban yang tidak diketahui identitasnya sehingga membutuhkan kemampuan dari Tim Inafis untuk mengungkap identitas mereka.


Editor : Maria Christina