Mabuk dan Mengamuk di Jeneponto, Pemuda asal Makassar Ditikam Warga

Bugma ยท Jumat, 04 Januari 2019 - 20:29 WIB
Mabuk dan Mengamuk di Jeneponto, Pemuda asal Makassar Ditikam Warga

Korban Andi, saat menjalani perawatan di Puskesmas Togo-Togo Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Jumat (4/1/2019) malam. (Foto: iNews/Bugma)

JENEPONTO, iNews.id - Seorang pemuda asal Kota Makassar, ditikam warga saat sedang berada di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat (4/1/2019) malam. Pasalnya, sang pemuda diduga mengamuk dan berkata-kata kasar kepada sejumlah warga saat dalam kondisi mabuk minuman keras. Usai menikam korban pelaku penikaman langsung diamankan di kantor polisi setempat. Sementara pisau yang digunakan diduga telah dibuang ke selokan dan masih dalam pencarian petugas.

Korban atas nama Andi (32), warga Jalan Toddopuli Makassar ini terpaksa dilarikan ke Puskesmas Togo-Togo Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Jumat malam. Korban dirawat intensif setelah mengalami sejumlah sabetan senjata tajam dan luka tusukan di punggungnya. Saat tiba di Puskesmas, korban sempat tidak sadarkan diri akibat pendarahan hebat yang dialaminya.

Peristiwa penikaman terhadap korban terjadi di Desa Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto. Korban yang diduga tengah mabuk minuman keras jenis ballo mengamuk dan berkata-kata kasar ke sejumlah warga.

Saat dinasehati, korban justru melempari warga dengan batu. Pelaku atas nama Irfan (38) yang geram pun langsung menarik pisau di pinggangnya dan menikam korban hingga terjatuh.

“Saya tadi dari sawah pas kejadian. Tahu-tahu korban sudah terkapar dan diangkat ke mobil. Di atas mobil baru saya dengar ceritanya kalau dia ditusuk pisau,” kata salah seorang rekan korban, Suardi, data ditemui di Puskesmas Togo-Togo, Jumat (4/1/2019).

Tak lama usai penikaman tersebut terjadi, pelaku langsung diamankan oleh aparat Polsek Batang. Di hadapan polisi, Irfan mengaku emosi dan terpaksa menikam korban yang dalam kondisi mabuk, lantaran berkata kasar dan menghina orang tua pelaku.

“Dia (korban Andi) sebelumnya berkata kasar dan menghina orang tua saya. Pas saya tegur dia malah mau ambil batu dan menghantam saya. Terus saya tikam duluan. Waktu kejadian dia sedang mabuk. Habis minum ballo dan karaoke di rumahnya Suardi,” kata Irfan.

Akibat perbuatannya, pelaku pun kini terpaksa harus mendekam di tahanan Polsek Batang. Pelaku dijerat Pasal tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat, dengan ancaman kurungan minimal tujuh tahun penjara. Kasus penikaman ini kini dalam penanganan petugas Polsek Batang.


Editor : Himas Puspito Putra