Mahasiswi Diperkosa Pelajar SMA 17 Tahun di Palopo hingga Pendarahan Hebat

Nasruddin Rubak ยท Kamis, 19 September 2019 - 21:53 WIB
Mahasiswi Diperkosa Pelajar SMA 17 Tahun di Palopo hingga Pendarahan Hebat

Petugas Polres Palopo menginterogasi pelaku pemerkosaan mahasiswi di Kota Palopo, Sulsel, Kamis malam (19/9/2019). (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

PALOPO, iNews.id – Seorang mahasiswi berusia 22 tahun di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), diperkosa pelajar SMA berumur 17 tahun hingga mengalami pendarahan hebat. Bahkan, korban harus mendapat lima jahitan di alat kelaminnya dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

Pelaku berinisial NRP dengan leluasa memerkosa korban LI yang hampir tidak sadarkan diri. Pelaku diduga menyuguhkan air mineral bercampur obat yang membuat korban tak sadarkan diri.

Tim Jatanras dan Pidana Umum Polres Palopo akhirnya menangkap pelaku di Desa Maindo, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Kamis (19/09/2019). Polisi menangkap warga Desa Sumalu, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja itu, setelah mendapat laporan dari keluarga korban LI.

BACA JUGA:

Guru Magang yang Juga Mahasiswa di Surabaya Setubuhi Muridnya Berusia 14 Tahun

Dicekoki Miras, Anak 14 Tahun Diperkosa 4 Pemuda yang Baru Dikenalnya di Cilacap

Polisi selanjutnya mendatangi rumah kos pelajar SMA di Palopo itu yang menjadi lokasi pemerkosaan. Di kamar pelaku, polisi menemukan bercak darah yang berada di tempat tidur dan di kelambu. Polisi juga menggeledah kamar untuk mencari bahan yang dicampurkan pelaku ke air mineral yang diminum korban hingga tidak sadarkan diri.

Berdasarkan pemeriksaan intensif pelaku NRP di Mapolres Palopo, pelaku mengakui dirinya memerkosa korban pada Selasa (17/9/2019), sekitar pukul 18.00 Wita di kamar kos pelaku. Pelaku memperkosa korban hingga mengalami pendarahan. “Ya, saya perkosa dia di kos, saya melihat ada darahnya,” kata NRP, Kamis malam.

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardi Yusuf mengatakan, pemerkosaan tersebut berawal dari perkenalan pelaku dengan korban di media sosial Facebook. Dari situ, pelaku kemudian mengajak korban berjalan-jalan dengan modus meminta bantuan mengerjakan tugas sekolahnya.

Korban lalu meminta diantarkan ke rumahnya. Namun, di tengah jalan, pelaku malah membawa korban ke rumah kosnya. Pelaku sempat memberikan air mineral kepada korban hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

“Diduga ada campuran dalam air mineral itu. Menurut keterangan korban, dia disuruh pelaku meminum air mineral itu dan setelah itu pusing dan tidak sadarkan diri. Saat itulah, pelaku memerkosa korban hingga terjadi pendarahan,” kata Ardi.

Setelah memerkosa korban, pelaku mengantarkan ke rumahnya. Korban yang kesakitan akibat pendarahan akhirnya menceritakan aksi bejat pelaku kepada keluarganya. Keluarga korban lalu melaporkan NRP ke Polres Palopo.

Korban yang terus mengalami pendarahan dilarikan ke Rumah Sakit Bintang Laut. Hingga kini korban masih dirawat di rumah sakit. Menurut keterangan dokter, korban mengalami pendarahan hebat dan alat kelaminnya harus dijahit.

“Korban masih dirawat karena ada luka pendarahan di alat kelaminnya,” kata Ardi.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 286 KUHP. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara.


Editor : Maria Christina