Menipu Berkedok Investasi Online, Ibu Hamil Dibekuk Polisi di Jakarta

Wahyu Ruslan ยท Jumat, 04 Januari 2019 - 18:24 WIB
Menipu Berkedok Investasi Online, Ibu Hamil Dibekuk Polisi di Jakarta

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menunjukkan barang bukti kasus penipuan online di Mapolda Sulsel, Makassar, Sulsel, Jumat (4/1/2018). (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.id – Seorang ibu hamil asal Kota Bengkulu ditangkap oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di apartemennya di Jakarta. Tersangka diduga telah melakukan penipuan berkedok investasi online hingga merugikan korban mencapai Rp650 juta.

Tersangka bernama Hani Armita langsung dibawa ke Mapolda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Jumat (4/1/2019). Sementara otak pelaku penipuan diketahui Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria yang sudah melarikan diri dan masih dalam pengejaran.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani memaparkan, aksi penipuan berkedok investasi bodong ini terungkap setelah ada laporan dari para korban yang berasal dari Kabupaten Toraja, Sulsel. Mereka mengaku ditipu dengan total kerugian hingga Rp650 juta.


BACA JUGA: 49 WNA China Ditangkap, Diduga Sindikat Penipuan Online Internasional


Hasil pemeriksaan, tersangka bersama WNA Nigeria bernama Ciko sudah melakukan aksinya selama dua tahun terakhir. Modusnya dengan berpura-pura akan berinvestasi senilai 1,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) di Indonesia dan menjanjikan para korbannya mendapat keuntungan besar.

Namun, agar investasi itu bisa dicairkan, harus membayar pajak. Para korban kemudian diminta untuk membayar pajak dengan menyetorkan uang kurang lebih sebanyak Rp650 juta ke salah satu rekening tersangka.

“Jadi ini adalah sistem penipuan melalui online. Setelah uang ini ditampung rekening WNI, kemudian tersangka ini transfer lagi ke rekening Ciko. Nanti mereka mendapatkan fee sekian persen” paparnya.

Dari keterangan korban, polisi berhasil menangkap salah satu tersangka Hani Armita di sebuah apartemennya di daerah Jakarta. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa bukti percakapan pelaku dan korban melalui percakapan di WhatsApp dan Facebook, uang tunai senilai Rp20 juta.

Kemudian, empat lembar uang kertas dolar AS masing-masing pecahan 100 dolar AS, 16 buku tabungan, 2 kartu ATM, dan 11 unit telepon seluler (ponsel), serta beberapa gram emas yang diduga hasil kejahatan tersangka.

Hingga saat ini tersangka diamankan di Mapolda Sulsel. Pelaku dijerat dengan Undang-Undang ITE Nomor 11 tahun 2018 dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

Sementara itu, Polda Sulsel juga akan bekerja sama dengan Interpol untuk mengejar pelaku lainnya yang merupakan WNA Nigeria. “Kami akan keluarkan red notice dia (Ciko) nanti melalui Interpol. Mudah-mudahan segera tertangkap di negaranya sana,” kata Dicky.


Editor : Maria Christina