Meriah, Ajang F8 Ajak Masyarakat Sulteng Bangkit

Mustofa Layong ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 00:01 WIB
Meriah, Ajang F8 Ajak Masyarakat Sulteng Bangkit

Pembukaan ajang Makassar International Eight Festival and Forum 2018 atau F8 di Anjungan City of Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/10/2018) berlangsung megah dan meriah. (Foto-foto: Koran Sindo/Maman Sukirman).

MAKASSAR, iNews.id – Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Makassar International Eight Festival and Forum 2018 (F8) sungguh luar biasa. Ribuan orang hadir di Anjungan City of Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/10/2018) malam.

Mereka tidak hanya dari Makassar dan sekitarnya, namun juga dari berbagai daerah di Indonesia serta masyarakat internasional. Meski baru digelar ketiga kalinya, F8 telah tercatat dalam agenda tahunan pariwisata nasional dan telah tercantum dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata.

Sejumlah tamu mancanegara hadir, di antaranya dari kantor kedutaan dan atase negara-negara sahabat, turis hingga investor asing. Mereka bersemangat menyaksikan pagelaran tari-tarian lokal budaya Bugis Makassar yang berpadu sentuhan modern.

Ajang F8 turut disaksikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural sekaligus Ketua Pelaksana Calender of Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, dan sejumlah kepala daerah se-Sulsel.

Pagelaran F8 tak hanya untuk promosi pariwisata. Namun, event yang dirancang Danny Pomanto ini juga disebut untuk pelipur lara pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, terutama warga Palu, Donggala, dan Sigi yang kini mengungsi di Makassar.

Danny Pomanto mengatakan, 60 anak korban gempa dan tsunami yang mengungsi di Makassar kini hadir di barisan penonton. Mereka ikut menyaksikan gemerlap panggung F8. ”Duka bukan alasan untuk terpuruk usai bencana. Warga Palu, Sigi dan Donggala harus bangkit,” kata Danny, Rabu (10/10/2018).

BACA JUGA: DPRD Berharap F8 Jadi Jembatan Investasi Kota Makassar

Ucapan itu tidak hanya sekadar menghibur. Sebab, panitia pun menggelar penggalangan donasi selama festival dan hasilnya akan terus diumumkan sebelum diserahkan untuk membantu korban gempa dan tsunami.

“F8 kali ini berbeda dari sebelumnya. Saat pembukaan F8 kita akan memanfaatkan juga untuk menggalang donasi meringankan beban para korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan sekitarnya,” kata Danny.

Langkah tersebut pun didukung Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Saat memberi sambutan sekaligus membuka pagelaran empat hari itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut menyebut F8 mengajarkan semua untuk tidak larut terlalu lama dalam kesedihan.

"Walaupun kita dalam suasana duka. Namun event ini mengajarkan kita untuk tidak larut dalam kesedihan. Apa yang dilakukan Pak Wali (Danny) membuat kita makin semangat," ujar Nurdin dalam sambutannya.


Editor : Zen Teguh