Nahas, Nenek Tewas Diinjak Kerbau yang Mengamuk saat Akan Dipotong

Jufri Tonapa ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 22:07 WIB
Nahas, Nenek Tewas Diinjak Kerbau yang Mengamuk saat Akan Dipotong

Ilustrasi prosesi rambu solo. (Foto: Sindonews)

TORAJA UTARA, iNews.id - Prosesi adat acara kematian khas Toraja, Rambu Solo yang digelar salah satu warga di Kelurahan Bori, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, berakhir tragis. Seorang nenek bernama Nek Sarce meregang nyawa usai diinjak kerbau yang mengamuk saat hendak disembelih, Rabu (9/1/2019).

Upacara Rambu Solo memang identik dengan pemotongan kerbau. Sejumlah kerbau atau dalam bahasa setempat disebut tedong, dipersembahkan dalam setiap prosesi sakral ini.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kerbau yang menginjak Nek Sarce tersebut mengamuk saat hendak disembelih. Sang kerbau bahkan lari hingga ke Desa Bori Ranteleytok, Kecamatan Sesean.

Saat peristiwa nahas itu terjadi, Nek Sarce tengah mengambil sayur untuk makanan ternak di kebun. Korban lalu ditabrak dan diinjak-injak oleh kerbau yang mengamuk itu.

"Kerbau tersebut mengamuk dan menabrak Nek Sarce yang sedang mengambil sayur di kebunnya. Turut berduka cita yang mendalam," kata salah satu saksi yang juga warga setempat, David Konda, Rabu (9/1/2019).

Sementara itu, aparat Polsek Sesean yang menerima informasi tersebut langsung ke Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) melakukan pengejaran terhadap kerbau tersebut. Tak lama kemudian, kerbau tersebut berhasil dilumpuhkan dengan tembakan senjata laras panjang.

"Kejadiannya tadi, dan atas permintaan keluarga yang melakukan pesta adat rambu solo, personel kami dari Polsek Sesean melumpuhkan kerbau tersebut dengan tembakan. Ini juga dilakukan agar kerbau yang mengamuk tersebut tidak kembali memakan korban," kata Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait.


Editor : Himas Puspito Putra