Nama Anaknya Masuk Daftar Korban KKB, Sang Ibu Berharap yang Terbaik

Bugma ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 08:54 WIB
Nama Anaknya Masuk Daftar Korban KKB, Sang Ibu Berharap yang Terbaik

Risnawaty, ibu kandung M Agus, salah satu pekerja PT Istaka Karya di Nduga Papua. (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Rasa khawatir terus menghantui keluarga Muhammad Agus, salah satu pekerja jembatan dari PT Istaka Karya di Distik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Hingga saat ini, keluarga M Agus di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum mendapat kabar apapun dari perusahaan.

Kekhawatiran itu bukan tak beralasan, nama Muhammad Agus masuk dalam daftar 24 pekerja PT Istaka Karya yang diduga menjadi korban kekejian kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun mereka masih berharap yang terbaik dan Agus dapat selamat.

“Saya diberitahu ada nama Agus di daftar pekerja yang jadi korban. Tapi kami belum mendengar informasi dari perusahaan,” ujar Risnawaty, ibu kandung M Agus, Rabu (5/12/2018).


BACA JUGA:

TNI-Polri Evakuasi 15 Jenazah Korban Pembunuhan KKB di Nduga, Papua

8 Fakta Pembunuhan KKB di Papua, Pura-Pura Mati hingga Gelar Pahlawan


Rumah mereka di Desa Bonto Manao, Kecamatan Bungaya saat ini terus didatangi keluarga dan kerabat. Mereka menunggu bersama dalam pengharapan untuk mendengar kabar baik dari M Agus yang bekerja di Papua.

“Anak saya rencananya mau menikah jika sudah pulang bekerja dari Papua. Awalnya bulan 12 ini, tapi karena musim hujan jadi nanti katanya bulan enam tahun depan,” ujarnya.

Tidak jelasnya kabar korban membuat ibunda Agus menjadi cemas dan khawatir dengan keberadaan anak pertamanya. “Sebelum ada kejadian itu Agus sempat berkomunikasi dengan adik kandungnya dan menyampaikan dirinya berada di Jayawijaya untuk mengerjakan proyek Jalan Trans Papua,” ucapnya.

Namun, sejak kabar terjadinya peristiwa penembakan, keluarga menerima kabar salah satu korban yang tertembak bernama Agus. Kabar itu pun spontan membuat pihak keluarga cemas dan berharap Agus ditemukan dalam keadaan selamat.

Diketahui, KKB menyerang dan membunuh karyawan PT Istaka Karya yang sedang melakukan pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (1/12/2018) hingga Minggu (2/12/2018). Jumlah korban yang meninggal akibat penembakan tersebut saat ini 22 orang, terdiri atas 21 warga sipil dan seorang prajurit TNI bernama Serda Handoko.


Editor : Donald Karouw