Nurdin Abdullah Apresiasi Bantuan Warga bagi Korban Gempa Sulteng

Antara, Himas Puspito Putra ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 21:25 WIB
Nurdin Abdullah Apresiasi Bantuan Warga bagi Korban Gempa Sulteng

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MAKASSAR, iNews.id - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang memberikan perhatian penuh pada pengungsi korban gempa Sulawesi Tengah yang ada di Sulsel. Dia pun menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel juga akan terus berkomitmen untuk membantu korban gempa hingga dapat pulih kembali.

"Meskipun sudah disiapkan dapur umum di Asrama Haji (Sudiang, Makassar) namun hampir tidak digunakan karena setiap hari masyarakat datang berbondong-bondong membawa makanan siap saji," kata Nurdin di sela sambutannya pada Ferstival F8 di anjungan Pantai Losari, Makassar, Rabu (10/10/2018) malam.

Dia mengatakan, pengungsi yang di antaranya adalah anak-anak yang kehilangan orang tuanya, perlahan-lahan sudah mulai normal kehidupannya dan masuk ke sekolah di Makassar.

Itu sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan agar siswa maupun mahasiswa diperbolehkan mendaftar sekolah atau kuliah di wilayah pengungsian.

"Mari kita doakan saudara-saudara kita agar diberi kesabaran dan ketabahan. Sementara yang sudah kembali ke rahmatullah semoga kuburannya menjadi taman-taman surga," kata Nurdin yang diaminkan oleh para undangan dan pengunjung F8.

Nurdin berharap, perhelatan F8 kali ini dapat menjadi penghibur dan sedikit pelipur lara bagi korban gempa yang ada di Makassar. “Kegiatan ini mengajak untuk tidak larut dalam duka. Hal ini membuat masyarakat semakin semangat untuk kembali menata hidup,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Dinas Sosial Sulsel Muh Hasbi di Asrama Haji Sudiang, Makassar mengatakan, anak-anak korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi saat ini juga menjalani terapi 'trauma healing' agar kembali memiliki semangat dan lepas dari trauma psikis pascagempa.

"Ini bertujuan agar mereka bisa kembali bangkit dari kedukaannya dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Anak-anak di sini Alhamdulillah sudah mulai ceria," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra