Panglima TNI dan Kapolri Gelar Silaturahmi bersama Ulama se-Sulsel

Donald Karouw ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 11:56 WIB
Panglima TNI dan Kapolri Gelar Silaturahmi bersama Ulama se-Sulsel

Panglima TNI dalam acara silaturahmi kebangsaan bersama ulama se-Sulsel. (Foto: Istimewa).

MAROS, iNews.id - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jendral Tito Karnavian menggelar silaturahmi kebangsaan bersama para ulama se-Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Maros.

Kegiatan yang diinisiasi Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) ini berlangsung Selasa (12/2/2019). Kegiatan ini mengangkat tema "Sinergitas Seluruh Elemen Bangsa dalam Bernegara". Acara berlangsung di Ponpes Nahdlatul Ulum, Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Dalam sambutannya, Hadi menyampaikan rasa kagum terhadap pondok-pondok pesantren (ponpes) sebagai samudra ilmu. Dia berharap, keberadaan lembaga pendidikan keagamaan tersebut dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan zaman.

BACA JUGA: Kunjungi Ponpes Buntet Cirebon, Panglima TNI Ajak Rawat Keberagamaan

"Pesantren adalah samudra ilmu para santri. Untuk itu Pesantren harus mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan zaman," kata Panglima Hadi di sela sambutannya.

Para ulama, santri dan ponpes memiliki peran yang sangat penting karena umat menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Dalam menyikapi berbagai isu dan permasalahan, umat Islam juga diminta harus bisa bersikap dewasa.

Dia juga meyakini pesantren akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini di masa-masa mendatang. Karena, menurut dia, lembaga ini punya keunggulan di bandingkan sekolah-sekolah pada umumnya.

"Di samping peserta didik mendapatkan pengetahuan juga mendapatkan pembekalan karakter dengan akhlak yang mulia," ujar dia.

BACA JUGA: Dihadiri Panglima TNI, 20.000 Orang Doa Bersama untuk NKRI di Bandung

Tuan rumah penyelenggara acara silaturahmi kebangsaan di Sulsel, AGH Sanusi Baco, mengapresiasi kedatangan Panglima TNI dan Kapolri ke tempatnya. Kunjungan ini, kata dia, menujukan soliditas dan kondusifitas keamanan menjelang pemilu.

Sekjen MDHW, Hery Haryanto Azumi mengatakan, silaturahmi kebangsaan yang rutin dilakukan Panglima TNI dan Kapolri beserta para ulama, mendapat respons positif masyarakat. Karena, kata dia, dapat memberikan pesan-pesan positif ke publik.

"Dari sanalah kemudian dapat menimbulkan optimistis dalam menyikapi berbagai hoax yang melanda masyarakat," kata dia.

BACA JUGA: Panglima TNI dan Kapolri Silaturahmi ke Ponpes Buntet di Cirebon

Menurutnya, rasa cemas serta khawatir yang timbul akibat beredarnya berita hoaks serta ujaran kebencian, akan pupus lewat intensitas komunikasi antarelemen masyarakat bersama jajaran TNI-Polri.

Karena itu, MDHW akan terus memfasilitasi kegiatan dialog seperti ini secara konsisten dan berkelanjutan. Dia harap, ke depannya Indonesia mampu menentukan sendiri prioritas yang harus diambil untuk kemajuan bangsa.

"Prioritas ini diambil tanpa pengaruh hoaks dan ujaran kebencian," ujar dia.

Acara ini juga dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Ketua Umum MDHW Mustofa Aqil Siradj, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, dan jajaran Polri-TNI di tingkat daerah. Sebanyak 50 kiai se-Sulsel dan 1.000 santri ponpes pun turut meramaikan silaturahmi kebangsaan tersebut.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal