Pemprov Sulsel Siapkan 12 Rumah Sakit untuk Pengungsi Gempa Sulteng

Himas Puspito Putra ยท Kamis, 04 Oktober 2018 - 12:05 WIB
Pemprov Sulsel Siapkan 12 Rumah Sakit untuk Pengungsi Gempa Sulteng

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah saat mengunjungi pasien korban gempa Sulteng di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Kamis (4/10/2018). (Foto: Humas Pemprov Sulsel)

MAKASSAR, iNews.id - Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah (NA) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi para korban gempa dan tsunami asal Palu, Sigi, dan Donggala yang dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo (RSWS) dan Private Care Center di Tamalanrea, Kamis (4/10/2018).

Dalam kesempatan itu, Nurdin Abdullah menyebut, pihaknya menyiapkan 12 rumah sakit untuk pasien pengungsi dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Hadir dalam kunjungan itu, Staf Ahli Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan juga Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham.

Di dua rumah sakit tersebut ada 180 pasien korban gempa asal Sulteng. RSWS hingga saat ini merawat sekitar 115 pasien korban gempa yang terdiri dari laki-laki 52 orang dan perempuan 63 orang. Saat ini, yang masih dirawat 73 orang dan sudah dipulangkan 40 orang. Sementara pasien meninggal dunia sebanyak dua orang.

“Mereka tidak perlu siapkan biaya. Pemerintah yang menanggung semua. Bisa dicek, tidak ada kami bebankan (biaya). Justru kami kasih bekal," kata Nurdin, di sela-sela kunjunga, Kamis (4/10/2018).

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan, pihaknya hingga saat ini telah mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp25 miliar. “Baru sajakami  mendapatkan Rp500 juta tambahan. Sebanyak Rp250 juta diberikan ke RS Wahidin. Kami berterima kasih pada masyarakat Sulsel yang luar biasa peduli pada saudara-saudara kita," ucapnya.

Mentan mengaku sangat prihatin dengan kondisi korban yang dirawat di rumah sakit di Makassar itu. "Kami tentunya prihatin sekali. Ada satu anak SMA kehilangan kaki dua-duanya. Kami tentu sangat berduka. Duka Donggala, Palu dan Sigi adalah duka masyarakat Sulsel," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra