Pengakuan Tersangka Pengeroyok Mahasiswa UIT di Masjid hingga Tewas

Bugma ยท Sabtu, 15 Desember 2018 - 20:26 WIB
Pengakuan Tersangka Pengeroyok Mahasiswa UIT di Masjid hingga Tewas

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan memaparkan perkembangan kasus pengeroyokan yang menewaskan mahasiswa UIT Makassar di Mapolres Gowa, Sulsel, Sabtu (15/12/2018). (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Pascapengeroyokan yang menewaskan Muhammad Khaidir (23), seorang mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), di Masjid Nurul Yasin di Gowa, Polres Gowa telah menetapkan 10 orang tersangka. Tiga di antaranya baru ditetapkan, Sabtu (15/12/2018).

Dari pengakuan para tersangka, yakni, HL (54), LN (16), dan ICZ (17), pengeroyokan berawal dari pengumuman di Masjid Nurul Yasin di Kampung Jatia, Senin (10/12/2018) dini hari lalu. Isinya menyebutkan, ada pencuri kotak amal yang ditangkap. Sejumlah warga pun terprovokasi dan mendatangi masjid beramai-ramai. Ada pula yang membawa senjata tajam.

“Ada pengumuman dari masjid mengatakan dalam bahasa Makassar yang artinya, tolong datang ke masjid karena ada pencuri yang didapat. Banyak orang di masjid, saya tidak menghitungnya karena banyak orang,” kata salah satu tersangka pengeroyok berinisial HL saat pemaparan kasus di Mapolres Gowa, Sabtu (15/12/2018).

BACA JUGA:

Dituduh Curi Kotak Amal, Mahasiswa UIT Makassar Tewas Dianiaya Warga

Mahasiswa Tewas Usai Diteriaki Maling di Gowa, Polisi Periksa 13 Warga 

HL yang sudah emosi mendengar pengumuman tersebut, membawa parang ke masjid. Saat polisi menanyakan alasannya membawa senjata tajam itu ke masjid, dia mengaku tidak sengaja. ”Saya tidak sengaja bawa parang karena kami kaget, makanya kami bawa itu,” ujarnya.

Aksi main hakim sendiri para warga akhirnya menewaskan Muhammad Khaidir. Jenazahnya ditemukan bersimbah darah di dalam Masjid Nurul Yasin, Kampung Jatia, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Penyebabnya karena dia dituding akan mencuri isi kotak amal.

Sementara Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan mengatakan, penetapan 3 tersangka baru ini dari pemeriksaan 5 warga yang diamankan di Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Gowa. Sebelumnya, polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari pemeriksaan 18 warga. Satu dari ketiga tersangka baru merupakan anak di bawah umur.

“Dari hasil penyidikan, pengembangan, dan hasil keterangan para saksi, diamankan ada lima orang. Salah satu di antaranya menyerahkan diri dan satu lagi yang bersangkutan membawa senjata tajam. Dari kelima orang tersebut, ditetapkan sebagai tersangka tiga orang,” kata Mangatas.

Masing-masing memiliki peran dalam penganiayaan bersama-sama yang menewaskan Muhammad Khaidir. Namun, polisi masih mengembangkan kasus ini untuk lebih mengetahui lenbih detail mengenai keterlibatan para tersangka.

“Jadi LN, anak di bawah umur berperan menendang kepala korban, ICZ berperan menginjak kepala korban sebanyak empat kali,” ujarnya.

Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita sebuah senjata tajam yang diduga digunakan untuk menusuk perut korban. Selain itu, sejumlah pakaian dan sarung yang digunakan untuk mengikat tangan dan kaki korban di dalam masjid.


Editor : Maria Christina