Penganiayaan Guru SD di Gowa, Polisi Juga Tetapkan Ibu 2 Pelaku Jadi Tersangka

Bugma ยท Jumat, 06 September 2019 - 10:03 WIB
Penganiayaan Guru SD di Gowa, Polisi Juga Tetapkan Ibu 2 Pelaku Jadi Tersangka

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menghadirkan RA, tersangka ketiga dalam kasus penganiayaan guru SD di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat (6/9/2019). (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Pascapengeroyokan seorang guru SD Negeri Pa’bangiang di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Polres Gowa, kembali menetapkan satu tersangka baru berinisial RA (43), Jumat pagi (6/9/2019). RA merupakan ibu dari dua perempuan yang lebih dulu ditetapkan tersangka, NV (20) dan AVR (17).

Dengan demikian, polisi telah menetapkan tiga orang pelaku penganiayaan dan pengeroyokan guru bernama Astiah itu sebagai tersangka. RA hanya bisa pasrah saat digiring petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa, Sulsel. RA ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan kekerasan yang juga dilakukan kepada murid SD di sekolah anaknya.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penangkapan RA dari laporan seorang ibu siswa di SD Negeri Pa’bangiang, Kecamatan Somba Opu, mengenai anaknya yang menjadi korban penganiayaan RA. Putranya mengaku RA menarik dan menjewer telinganya, sambil memaksanya berjalan menuju ruangan guru. Peristiwa ini terjadi saat guru wali kelas Astiah dikeroyok dua putrinya NV (20) dan AVR (17).

“Jadi, ada ibu yang melaporkan penganiayaan terhadap anaknya. Ini lanjutan dari penganiayaan terhadap guru Astiah di SD yang sama. Rangkaian ini diawali dengan RA yang dalam kondisi emosi mencari anak yang menjadi korban dalam laporan ini. Dia kemudian menarik sang anak dengan menjewer kuping kanannya, membawa berjalan sekitar 10 meter ke ruangan guru,” kata Shinto.

BACA JUGA:

Pengeroyokan Guru di Gowa, Disdik: Orang Tua Tak Bisa Intervensi ke Ruang Kelas

2 Tersangka Penganiayaan Guru SD di Gowa Ditangkap, Ini Pengakuan Pelaku

Shinto mengatakan, dari hasil penyidikan dan fakta-fakta yang diperoleh Polres Gowa, pihaknya kemudian menaikkan status RA sebagai tersangka. Polisi telah mengumpulkan bukti berupa video amatir penganiayaan terhadap murid SD itu. Kemudian, foto tersangka saat emosi dan melakukan kekerasan kepada seorang guru Astiah.

“Kami menetapkan RA yang juga ibu dari dua tersangka sebelumnya dalam kasus penganiayaan, NV (20) dan AVR (17), menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap seorang anak,” katanya.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya 3 tahun enam bulan penjara. “Dengan ditetapkannya RA sebagai tersangka, maka terkait dengan video viral penganiayaan seorang guru, Polres Gowa telah menetapkan tiga tersangka, seorang ibu dan dua anak putrinya,” kata Kapolres Gowa.

Diberitakan, dua perempuan, (sebelumnya disebutkan murid SD) bersama  orang tuanya, mengeroyok seorang guru saat proses belajar mengajar SD Negeri Pa’bangiang di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (4/9/2019). Sang guru yang dipukul dan dicakar berkali-kali mengalami luka-luka di wajahnya. Aksi pengeroyokan guru tersebut direkam oleh guru lain.

Tak terima dengan perlakuan orang tua muridnya tersebut, korban Astiah ditemani guru lain langsung melaporkan kekerasan yang dialaminya ke aparat Polsek Somba Opu Kabupaten Gowa. Kepada polisi, korban mengaku dipukuli dan dicakar hingga mengalami luka di wajahnya.

“Masalahnya sudah selesai kemarin dan sudah berdamai, tapi orang tuanya tidak terima. Mereka tidak mau mendengarkan saya bicara. Mereka mencakar dan memukul saya,” kata Astiah.


Editor : Maria Christina