Pengunjung Mal Panakkukang Lari Berhamburan karena Isu Bom, Polisi Kejar Pelaku

Andi Deri Sunggu ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 22:07 WIB
Pengunjung Mal Panakkukang Lari Berhamburan karena Isu Bom, Polisi Kejar Pelaku

Perkelahian antara juru parkir di Mal Panakkukang Makassar, Sulsel, dan para pengemudi ojek online yang sempat diisukan sebagai peristiwa ledakan bom. Akibatnya para pengunjung mal panik dan berhamburan keluar, Senin (13/5/2019). (Foto: iNews/Andi Deri Sunggu)

MAKASSAR, iNews.id – Pengunjung Mal Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhamburan karena panik setelah tersebarnya hoaks mengenai ledakan bom di mal itu, Senin (13/5/2019). Polrestabes Makassar kini sedang mengejar pelaku penyebar hoaks bom.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, peristiwa yang sebenarnya terjadi pada Senin malam, tawuran antara pengemudi ojek online dan juru parkir liar di sekitar kawasan mal. Namun, ada pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan telah terjadi ledakan bom di kawasan mal.

Para pengunjung yang menonton video dan percaya dengan hoaks itu, langsung panik dan berusaha keluar dari mal. “Isu adanya ledakan bom di Mal Panakkukang itu tidak benar,” kata Indratmoko di Makassar, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA:

Penebar Isu Bom di Penerbangan Harus Dipidana untuk Efek Jera

Jadi Tersangka Ujaran Kebencian dan Hoaks PKI, Pengasuh Ponpes Ini Minta Maaf

Indratmoko mengatakan, kejadian itu berawal dari perkelahian penganiayaan secara bersama-sama oleh juru parkir liar yang beraktivitas di sekitar Mal Panakkukang terhadap korban pengemudi ojek online. Akibat peristiwa tersebut, korban menghubungi kawan-kawannya sehingga terkumpul jumlah massa yang cukup banyak.

“Itulah yang menimbulkan kepanikan sampai berimbas ke dalam mal. Ada oknum yang menyebarkan berita bahwa telah terjadi ledakan bom sebenarnya itu tidak terjadi. Kami sedang menyelidiki siapa penyebar berita tersebut,” katanya.

Terkait dengan penganiayaan pengemudi ojek online, Polrestabes Makassar juga telah mengamankan tujuh orang yang terlibat. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Seluruhnya dari pihak juru parkir liar yang melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap pengemudi ojek online tersebut,” kata Indratmoko.


Editor : Maria Christina