Posting Foto Kapolri Digantung di Media Sosial, Warga Makassar Ditangkap

Wahyu Ruslan ยท Kamis, 30 Mei 2019 - 05:10 WIB
Posting Foto Kapolri Digantung di Media Sosial, Warga Makassar Ditangkap

MS, pelaku penyebar ujaran kebencian terhadap Kapolri digelandang petugas Polda Sulsel. (Foto: iNews.id/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.id – MS, warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap tim Cyber Crime Polda Sulsel gara-gara menebarkan ujaran kebencian terhadap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melalui media sosial.

Pelaku memosting gambar hasil editan tali yang terlilit di leher kapolri disertai kalimat bermuatan ujaran kebencian. Saat ini, pelaku mendekam di sel Mapolda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pelaku MS ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya Jalan Goa Ria, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. 

“Pelaku ini dengan sengaja mengunggah sebuah foto Kapolri dengan hasil editan tali terlilit di leher dan disertai dengan kalimat yang bermuatan ujaran kebencian yakni mudah-mudahanan manusia biadab ini mati nya gak diterima bumi, manusia terkutuk laknatullah,” kata Dicky, Rabu (29/5/2019).

BACA JUGA: 2 Penyebar Hoaks Presiden Jokowi Ditangkap, 1 Pelaku Perempuan Guru Honorer

Dia menjelaskan, foto dan kalimat ujaran kebencian tersebut didapat pelaku melalui media sosial milik orang lain. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit ponsel genggam yang diduga digunakan untuk mem-posting foto kapolri, serta bukti screenshot akun Facebook pelaku dalam melakukan ujaran kebencian.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,” katanya.

Kepada penyidik, MS mengaku khilaf dan tidak menyangka akan berurusan dengan hukum. “Saya khilaf, pak. Tidak menyangka kalau postingan saya akan berakhir seperti ini,” ucapnya penuh sesal.


Editor : Kastolani Marzuki