Pria Mengaku Nabi Terakhir Dilaporkan ke Polisi, MUI Tana Toraja: Ini Penistaan Agama

Jufri Tonapa ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 17:22 WIB
Pria Mengaku Nabi Terakhir Dilaporkan ke Polisi, MUI Tana Toraja: Ini Penistaan Agama

Pimpinan MUI Tana Toraja melaporkan pria mengaku nabi terakhir ke Polres Tana Toraja, Sulsel. (Foto: iNews/Jufri Tonapa)

TANA TORAJA, iNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, Sulawesi Selatan melaporkan Pimpinan Lembaga Pelaksanaan Amana Adat dan Pancasila (LPAAP) Paruru Daeng Tau ke polisi karena dianggap telah melecehkan dan menistakan agama Islam.

Paruru diduga telah megajarkan ajaran sesat terhadap warga yang mewajibkan pengikutnya melakukan salat hanya dua kali sehari dan tata cara salat berbeda dengan yang biasa dilakukan umat Muslim.

Ketua MUI Tana Toraja, KH A Zainal Muttaqin mengatakan, pelaporan itu dilakukan karena ajaran yang disebarkan Paruru sudah menyimpang dari agama Islam. “Yang kami laporkan adalah penistaan agama dari Paruru Daeng Tau yang mengajarkan ajaran sesat. Dia mengaku Muslim tapi pada prakteknya mengajarkan ajaran sesat. Contohnya salat. Dia (Paruru) tidak mewajibkan pengikutnya salat, padahal salat itu ajaran utama dalam Islam,” kata KH A Zainal Muttaqin ditemui di Mapolres Tana Toraja, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA:

Viral, Pria di Tana Toraja Sulsel Mengaku sebagai Nabi dan Rasul Terakhir

Diduga Hina Nabi Muhammad, Mantan Guru Yayasan di Palopo Ditangkap

Dia mengatakan, pelaporan tersebut dilakukan setelah MUI mengkaji informasi yang diterima dari masyarakat terkait aktivitas Paruru Daeng Tau.

“Kami terima dari laporan masyarakat, penyuluh agama dan juga kementerian agama yang menginginkan kami untuk mengkaji untuk mengeluarkan fatwa. Kami berdiskusi dengan data otentik dan valid, kami juga mencoba mengetahui detail serta meminta pengikutnya untuk mempraktikkan ajaran yang diterimanya. Karena itu, masalah ini penting untuk dilanjutkan ke upaya hukum,” katanya.

Terkait hal itu, Zainal Muttaqin meminta polisi untuk menangkap Paruru Daeng Tau karena aktivitasnya telah mengganggu ketenteraman umat beragama di Tana Toraja. “Pengikutnya lumayan, sudah ada delapan KK di Tana Toraja. Belum lagi di tempat lain,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Paruru Daeng Tau membantah kalau dirinya telah mendeklarasikan diri sebagai rasul terakhir. Apalagi sampai disebut apa yang dia ajarkan ini bertentangan dengan rukun Islam.

"Saya tidak pernah melarang puasa, apalagi salat lima kali sehari," kata Paruru kepada wartawan di Makodim 1414/Tana Toraja, Senin (2/12/2019) malam.

Diketahui, pria asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak viral di media sosial setelah mengaku dirinya sebagai rasul terakhir. Setelah diselidiki orang tersebut dinilai hanya kurang memahami ayat Alquran dan materi tentang keislaman.

Pria yang mengaku sebagai rasul terakhir, Paruru Daeng Tau, membuat heboh warga setelah dirinya menjadi pimpinan Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Dusun Mambura, Desa Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel.


Editor : Kastolani Marzuki