Puluhan Pengungsi Palu Tiba di Palopo dalam Kondisi Kelaparan dan Haus

Nasruddin Rubak ยท Kamis, 04 Oktober 2018 - 17:08 WIB
Puluhan Pengungsi Palu Tiba di Palopo dalam Kondisi Kelaparan dan Haus

Para pengungsi korban gempa dan tsunami Palu makan di Kota Palopo, Sulsel, dan akan melanjutkan perjalanan ke Tanah Toraja, Kamis (4/10/2018). (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MAKASSAR, iNews.id – Puluhan pengungsi korban gempa dan tsunami asal Tonopuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), tiba di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis sore (4/10/2018). Kondisi mereka kelaparan dan kehausan.

Beruntung para pengungsi yang kebanyakan anak-anak ini berpapasan di jalan dengan salah seorang pengusaha di daerah tersebut. Mereka langsung diajak makan di sebuah rumah makan di daerah Salubulo Palopo.

Setelah makan dan beristirahat, para pengungsi akan kembali melanjutkan perjalanan. Sebanyak 31 pengungsi ini berencana mengungsi ke wilayah dataran tinggi di Sulsel, tepatnya wilayah Tanah Toraja Sulsel. Pasalnya, mereka masih trauma tinggal di sekitar wilayah pesisir.

BACA JUGA:

Ratusan Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Tiba di Juanda

2 Hari Tak Makan, Pengungsi Gempa dan Tsunami Sulteng Pingsan di Lanud

Para pengungsi ini selamat dari terjangan gempa dan tsunami yang menghantam Pantai Talise-Palu berkali-kali. Salah seorang korban selamat, Gebi, mengaku sangat bersyukur karena bisa selamat dari tsunami yang menyeret mobil yang dikendarainya bersama anak balitanya.

Dia bersama balitanya berhasil selamat setelah mobil yang mereka kendarai terseret air laut dan menabrak bangunan rumah hingga tertahan kayu besar. Dia kemudian memecahkan kaca belakang mobil sehingga bisa turun dari atas mobil. Dia langsung menyelamatkan diri bersama anaknya dengan melewati atap rumah warga yang hancur.

“Kami naik dulu di atap mobil, setelah air tenang, baru jalan di atap-atap rumah. Saya cuma berdua dengan anak karena sedang ada acara di pantai. Keluarga yang lain di rumah dan sudah lebih dulu menyelamatkan diri ke lapangan,” kata Gebi.

Para pengungsi ini keluar dari Kota Palu setelah menempuh perjalanan darat selama 24 jam dengan keadaan serba terbatas. Pengungsi dibantu tim kemanusiaan yang menjangkau penguposko sementara mereka. Tim juga memfasilitasi pengungsi kendaraan serta bahan bakar yang dibawa dari Sulsel.

“Harga bahan bakar di Sulteng saat ini sudah mencapai Rp100.000 hingga Rp160.000 per liter. Kami akan melanjutkan perjalanan bersama para pengungsi ke Tanah Toraja,” kata Ketua Tim Para Pengungsi Palu Marselinus.


Editor : Maria Christina