Ribuan Rumah di Luwu Terendam Banjir 1 Meter, BPBD Evakuasi Warga

Nasruddin Rubak ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 22:30 WIB
Ribuan Rumah di Luwu Terendam Banjir 1 Meter, BPBD Evakuasi Warga

Petugas BPBD Luwu mengevakuasi warga yang terjebak banjir. (Foto: iNews.id/Nasruddin Rubak)

LUWU, iNews.id – Ribuan rumah di Kecamatan Suli, Suli Barat, Larompong dan Larompong Selatan terendam banjir disertai lumpur setinggi satu meter akibat meluapnya sejumlah sungai yang ada di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019).

Selain ribuan rumah yang tersebar di empat kecamatan, banjir juga melumpuhkan  sejumlah fasilitas umum dan akses jalan. Banjir terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan terus menerus dalam beberapa hari terakhir hingga mengakibatkan sejumlah sungai meluap.

Ketinggian air yang ada di dalam dan di luar rumah warga bervariasi mulai dari 60 cm hingga satu meter. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Suli dan Larompong. Seluruh gedung sekolah dan rumah ibadah yang ada di daerah itu terendam dengan ketinggian satu meter. Banjir juga memutus akses jalan Trans Sulawesi.

Sejumlah warga di dataran rendah yang rumahnya terendam hingga mencapai setengah meter kini terpaksa mengungsi. Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Luwu ini merupakan banjir yang keempat kalinya terjadi sejak sebulan terakhir.

BACA JUGA: Ratusan Rumah Hanyut, Penanganan Banjir Konawe Utara Terkendala Cuaca dan Akses

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu terus mengevakusi warga yang terkepung banjir. Selain para korban banjir, petugas juga membantu warga untuk mengangkat motor untuk mengevakuasi kendaraan mereka yang terjebak di dalam rumah.

Korban banjir, Muliani mengaku, banjir terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Banjir datang secara tiba-tiba sehingga semua harta bendanya ikut terendam. “Saya sama keluarga terpaksa mengungsi ke posko di pinggiran jalan,” katanya.

Muliani bersama warga yang terdampak banjir parah berharap agar pemerintah segera menyalurkan bantuan karena semua peralatan dapur dan bahan makanan mereka habis tersapu banjir.


Editor : Kastolani Marzuki