Ribut Hal Sepele, Nenek 70 Tahun di Gowa Dikeroyok Oknum Kepsek dan Keluarganya

Bugma ยท Jumat, 01 November 2019 - 12:18 WIB
Ribut Hal Sepele, Nenek 70 Tahun di Gowa Dikeroyok Oknum Kepsek dan Keluarganya

Nenek Intang (70) yang mendapat perawatan karena dikeroyok tetangganya di Gowa, Sulsel. (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Nenek Intang yang telah berusia 70 tahun terbaring lemah dalam ruang perawatan Instalagi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/11/2019). Dia mengalami lebam dan sulit bergerak akibat dianiaya oknum kepala sekolah (kepsek) dan tiga anggota keluarganya.

Informasi yang dirangkum iNews, mereka yang bertikai merupakan warga bertetangga di Dusun Cambajawaya, Desa Sengka, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Keributan yang terjadi lantaran persolan sepele, berawal saat korban bersama anaknya Najma Daeng Paneng menaruh pot bunga di halaman pagar rumah mereka.

Ketika itu, pelaku yakni oknum kepsek merasa keberatan. Sebab pot itu membuat akses jalur mobilnya terhalang dan sulit saat akan keluar masuk rumah. Cekcok tersebut pun berujung pada pengeroyokan.

“Kepala sekolah itu coba memukul namun saya tahan. Lalu saya didorong sampai jatuh dan kerah baju saya ditarik keponakannya dan dipukul lagi,” ujar Daeng Paneng, anak korban, Jumat (1/11/2019).

BACA JUGA: Perkelahian 2 Kelompok Pemuda di Sampit Nyaris Jadi Kerusuhan SARA

Dia mengungkapkan, saat itu orangtuanya datang untuk melerai dan menolongnya. Namun mereka turut menganiayanya.

“Rambut mama saya ditarik terus dadanya ditendang sampai punggungnya sakit dan tak bisa digerakkan. Mereka empat orang,” katanya.

Kasus pengeroyokan ini pun dilaporkan korban Polsek Bontonompo. Saat ini penyidik telah memeriksa empat saksi untuk penanganan kasusnya.

“Keterangan saksi-saksi membenarkan telah terjadi pengeroyokan. Terduga pelaku ada empat orang dan kami sudah agendakan pemanggilan kepada mereka,” ujar Kapolsek Bontonompo Iptu Syachrir, Jumat (1/11/2019).

Menurutnya, antara korban dan pelaku tak hanya bertetangga, mereka masih memiliki hubungan keluarga.

“Korban dan para pelaku ini saudara sepupu,” katanya.


Editor : Donald Karouw