#savepalembang Jadi Trending Topic Gara-Gara Palembang Diselimuti Kabut Asap Tebal

Ilma De Sabrini ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 16:39 WIB
#savepalembang Jadi Trending Topic Gara-Gara Palembang Diselimuti Kabut Asap Tebal

Kabut asap di Palembang. (Foto: Istimewa)

PALEMBANG, iNews.id – Seruan #savepalembang menjadi trending topic di media sosial sejak pagi tadi menyusul kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (14/10/2019). Hingga sore ini sudah ada 11,6 ribu cuitan netizen di Twitter. 

Dari penulusuran iNews.id, netizen mengunggah kondisi Palembang dengan asap tebalnya sejak pagi. Mereka berharap kondisi asap tebal ini segera berakhir.

Selain itu, mereka juga berharap agar sanak famili yang tinggal di Kota Palembang, selamat dan sehat selalu. Sebagian bahkan mengatakan kondisi asap tebal pagi ini merupakan kondisi terparah sejak kebakaran hutan dan lahan melanda Sumsel. 

BACA JUGA: Sumsel Dikepung 691 Titik Panas Hari Ini, BNPB: Kualitas Udara di Sumsel Berbahaya

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui twitternya mengatakan kondisi kualitas udara di Palembang hingga pukul 14.00 WIB berada di kategori tidak sehat. Kondisi ini mulai membaik jika dibandingkan tadi pagi yang mencapai kategori berbahaya.

Sebelumnya, kualitas udara di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin pagi ini mencapai pada tingkat berbahaya atau angka 921. Kondisi tersebut seiring dengan jumlah titik panas atau hot spot di wilayah itu hingga mencapai 691 titik.

BACA JUGA: Kabut Asap Tebal Selimuti Palembang Senin Pagi, Sekolah Mendadak Diliburkan

Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan untuk tetap mengenakan masker terutama saat beraktifitas di luar ruangan.

Kabut asap kali ini dinilai menjadi yang terparah. Dinas Pendidikan mendadak menginstruksikan untuk meliburkan kegiatan belajar pagi ini karena kabut asap yang parah. Selain membuat pernapasan terganggu, kabut asap mengakibatkan jarak pandang hanya sekitar 10 meter.

BNPB mengerahkan tujuh helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing. Air yang digunakan untuk pengeboman sudah mencapai 66 juta liter air sedangkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah mengelontorkan sekitar 14 ribu garam (NaCl).


Editor : Umaya Khusniah