SDN Ini Terapkan Kebijakan Rompi Oranye Khas KPK bagi Pelanggar Aturan

Nasruddin ยท Kamis, 02 Mei 2019 - 11:46 WIB
SDN Ini Terapkan Kebijakan Rompi Oranye Khas KPK bagi Pelanggar Aturan

Dinas Pendidikan Luwu Utara saat menyosialisasikan rompi KPK bagi pelanggar aturan sekolah di SDN Model 089 Masamba. (Foto: iNews/Nasruddin)

LUWU UTARA, iNews.id – Sebuah kebijakan baru diperkenalkan bidang kurikulum dan pembinaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bagi siswa yang melanggar aturan, bandel dan berbuat curang untuk mendapatkan nilai bagus, akan dipakaikan rompi oranye khas KPK. Namun bukan dalam artian Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK), tetapi Kelas Pencegahan Korupsi (KPK).

Kebijakan baru ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi anak yang jujur. Para siswa ditanamkan untuk menjadi anak baik, taat aturan dan tidak curang sejak usia dini, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD).

Simulasi pemakaian rompi KPK berlaku bagi murid SDN Model 089 Masamba, Kabupaten Luwu Utara, sebagai sekolah percontohon. Pada bagian depan rompi berwarna oranye tersebut ada tulisan KPK, sedangkan dibelakangnya bertuliskan Jujur Itu Hebat.


Simulasi penggunaan rompi KPK bagi siswa SD.

Inovasi ini diharapkan dapat membentuk karakter sejak dini agar tidak melakukan tindakan korupsi di masa mendatang. Khususnya jika sang anak telah bertumbuh besar dan menjadi pejabat publik maupun penentu kebijakan.

BACA JUGA: Mendikbud Ajak Generasi Muda Rayakan Hardiknas dengan Gembira

Kabid Kurikulum dan Pembinaan Dispen Lutra, Suharto mengatakan, simulasi kebijakan baru ini mulai diberlakukan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Hal ini sekaligus bagian dari pendidikan antikorupsi bagi siswa sejak dini.

“Kita tahu bersama di Indonesia ini korupsi seakan sudah menjadi budaya. Nah ternyata di sekolah-sekolah juga ada budaya kurang baik yang harus dicegah. Seperti siswa mencontek, PR yang dikerjakan orang rumah dan bukan oleh siswa serta hal lainnya,” ujar Suharto, Kamis (2/5/2019).

Dia mengungkapkan, melalui pemberlakuan rompi KPK ini sekaligus menjadi bagian pembekalan bagi peserta didik agar tidak melakukan pelanggaran yang menjadi aturan sekolah.

"Kami coba simulasikan dengan media menggunakan rompi KPK. Namun di bagiannya belakangnya kami beri kalimat motivasi agar siswa tidak lagi melanggar aturan sekolah,” ujarnya.

Diketahui, penggunaan rompi KPK ini terapkan bagi siswa yang melanggar aturan dan sedang mendapat pembinaan di ruang kepala sekolah. Tujuannya agar sang siswa tidak di-bully teman-temannya. Namun jika masih melanggar, mereka diancam akan menggunakan rompi KPK saat proses belajar mengajar berlangsung. Dan jika masih mengulang perbuatannya, mereka akan menggunakan rompi itu sejak datang hingga pulang sekolah.

Naura, siswi kelas V SDN Model 089 Masamba menuturkan sudah memahami aturan rompi KPK tersebut. Dia mengaku enggan menggunakannya dengan cara tidak akan melanggar aturan sekolah.

“Saya tidak mau sampai memakainya. Itu rompi untuk pelanggar aturan,” ujar Naura.


Editor : Donald Karouw