Sekeluarga di Palopo Diserang Kawanan Tawon, 1 Korban Tewas

Nasruddin Rubak ยท Senin, 26 November 2018 - 18:30 WIB
Sekeluarga di Palopo Diserang Kawanan Tawon, 1 Korban Tewas

Kepala Dinas Sosial Kota Palopo M Tahir memberikan bantuan kepada keluarga korban serangan tawon di Kota Palopo, Sulsel, Senin (26/11/2018). (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

PALOPO, iNews.id – Satu keluarga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban serangan tawon hutan yang masuk ke permukiman warga di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang. Dari tujuh korban yang terserang lebah, satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus serangan dan sengatan lebah satu keluarga yang terjadi Minggu sore kemarin (25/11/2018) di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Palopo, menyita perhatian warga dan pemerintah setempat.

Selain mengakibatkan satu orang tewas, serangan lebah juga membuat dua orang anak-anak menjadi korban. Satu di antaranya dirawat intensif di Rumah Sakit Atmedika Palopo. Saat ini kondisi Satrio, bocah berusia 10 tahun itu, masih terbaring lemas.


BACA JUGA: 11 Korban Terluka Diserang Lebah, Wisata Gunung Nglanggeran Ditutup


Salah seorang korban selamat, Judding mengatakan, mereka diserang kawanan tawon atau lebah hutan yang jumlahnya sangat banyak hingga membuat keluarganya terkepung. Mereka yang sedang berkumpul di rumah saat kejadian, panik dan berhamburan untuk menyelamatkan diri. Sementara salah satu korban, Asda (33), tidak bisa menyelamatkan diri karena mengalami gangguan penglihatan hingga akhirnya tewas.

“Kami yang diserang tujuh orang, termasuk almarhum. Kami juga tidak tahu dari mana datangnya kawanan tawon itu. Tiba-tiba saja kami diserang sampai ada yang meninggal. Satu anak-anak juga masih dirawat di rumah sakit,” kata Judding di Palopo, Senin (26/11/2018).

Untuk mengurangi beban keluarga korban, Dinas Sosial Kota Palopo langsung mendatangi rumah korban dan memberikan bantuan logistik, tenda selimut serta bantuan lain. Kepala Dinas Sosial Kota Palopo M Tahir mengaku sangat prihatin melihat kondisi para korban.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Tadi kami berbicara dengan keluarga, mereka masih menahan kesedihan atas kejadian itu. Kami berharap keluarga tabah dan bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban keluarga korban,” kata M Tahir.


Editor : Maria Christina