Siswi Kelas 6 SD Diperkosa Petugas Sekuriti Sekolah di Jeneponto dan Diancam Dibunuh

Sulaiman Nai ยท Rabu, 30 Oktober 2019 - 04:35 WIB
Siswi Kelas 6 SD Diperkosa Petugas Sekuriti Sekolah di Jeneponto dan Diancam Dibunuh

Korban pemerkosaan memberikan keterangan kepada petugas Unit PPA Polres Jeneponto, Sulsel, Selasa (29/10/2019). (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

JENEPONTO, iNews.id – Seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Polres di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), diperkosa petugas sekuriti di sekolahnya. Pelaku berinisial R (35) memperkosa korban SI (11) setelah berpura-pura mengajak berboncengan sepeda motor untuk mengisi acara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019).

Korban SI akhirnya melaporkan pemerkosaan itu ke Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Jeneponto ditemani keluarganya, Selasa (29/10/2019). Mereka berharap polisi segera menangkap pelaku, warga Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, yang melarikan diri setelah melakukan aksi bejatnya.

SI yang memberikan keterangan kepada polisi mengatakan, kejadian yang membuatnya trauma itu berawal saat pelaku mengajak dia berboncengan sepeda motor pada Senin malam. Pelaku mengaja SI untuk mengisi acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di sebuah SD di Kecamatan Rumbia, sehingga korban percaya.

 

BACA JUGA:

Belasan Siswi SD di Jeneponto Diduga Jadi Korban Pencabulan Penjaga Kantin

Gara-Gara Sering Nonton Video Porno, Siswa SMK di Magelang Tega Perkosa Pelajar SMP

 

Namun, pelaku ternyata mengelabui korban. Di tengah perjalanan, pelaku tiba-tiba menghentikan sepeda motor di lokasi sepi. Dia mematikan lampu sepeda motor, lalu meminta korban turun. Saat itulah pelaku memperkosa korban sambil mengancam akan membunuhnya jika tak memenuhi keinginan pelaku.

Korban sempat berteriak dan melawan, namun tidak ada yang menolong karena jalan sepi. Setelah memperkosa SI, pelaku mengantar korban pulang ke rumahnya sekitar pukul 20.30 Wita. Dia kembali mengancam akan membunuh korban jika menceritakan perbuatan bejatnya.

“Saya sudah teriak, tapi tidak ada yang mendengar. Saya diancam dibunuh sama dia,” kata SI kepada polisi.

Keluarga korban berharap agar pelaku yang kabur setelah memperkosa korban segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Saat ini, korban trauma setelah diperkosa.

“Dia masih kelas 6 SD dan harus menanggung beban ini seumur hidup. Kami minta polisi segera menangkap pelaku dan dia harus dihukum seberat-beratnya,” kata sepupu korban Iza.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman mengatakan, polisi saat ini masih mengejar terduga pelaku pemerkosaan siswi SD itu. “Kami masih berupaya menangkap pelaku,” kata Boby Rachman.


Editor : Maria Christina