Tak Terima Digugat Cerai, Suami Tega Bakar Istri di Barru Sulsel

Abdullah Nicolha ยท Senin, 26 November 2018 - 18:32 WIB
Tak Terima Digugat Cerai, Suami Tega Bakar Istri di Barru Sulsel

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BARRU, iNews.id – Aksi keji dilakukan seorang suami dengan membakar tubuh istrinya hingga nyaris tewas di Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga yang terkejut dengan peristiwa itu melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan serta melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Kapolres Barru AKBP Burhaman mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan kronologi penganiayaan berawal saat pelaku Arham (40) mendatangi rumah istrinya Andi Umrah (36), Senin (26/11/2018) pukul 07.30 Wita. Tanpa basa-basi, pelaku menyiram tubuh korban dengan bahan bakar jenis pertalite yang sudah disiapkan lalu menyulutnya dengan api.

"Usai kejadian, pelaku langsung melarikan diri. Saya sudah perintahkan kasat reskrim dan kanit buser untuk memburu pelaku sampai dapat," kata Burhaman saat dihubungi, Senin (26/11/2018).


BACA JUGA:

Begal Sadis Beraksi, Tangan Mahasiswa di Makassar Putus Ditebas Pelaku

Pria Makassar Ditipu Istri yang Baru Dinikahi, Rp30 Juta Dibawa Kabur


Sementara itu sumber di lapangan menyebut motif pelaku nekat membakar sang istri diduga lantaran adanya gugatan cerai di pengadilan. Pelaku yang tak terima ditengarai kalap hingga membakar istrinya.

Kasubag Humas Polres Pangkep AKP Sainuddin membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut. Dia mengatakan, meski berstatus suami istri, namun dalam dua tahun terakhir keduanya sudah pisah rumah. Pelaku Arham tinggal di Makassar, sedangkan istrinya Umrah tetap menetap di Barru.

Sainuddin menuturkan, sebelum kejadian keduanya bertengkar melalui WhatsApp. Tak tahan bertengkar, Arham diduga berniat menuntaskan pertengkaran itu dan melakukan aksi sadistis-nya tersebut.

Dia mengatakan, perbuatan pelaku kepada korban ini masuk kategori penganiayaan berat. Polisi pasti akan menangkap Arham untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bengisnya.

Dugaan aksi berencana itu dibenarkan kakak korban Andi Mustari. Menurutnya sejak lama keduanya memang kerap bertengkar. Di mata Mustari, pelaku Arham memang bukan orang baik, ia sering dicari-cari banyak orang karena persoalan utang piutang.

"Sudah lama itu (korban) mau dihabisi. Mereka selalu cekcok. Arham juga dicari banyak orang karena kasus utang piutang dan penggelapan. Makanya Umrah minta cerai," kata Mustari yang juga mantan kades di Barru tersebut.

Direktur Utama RSUD Barru Dokter Amis Rifai mengatakan, korban mengalami luka bakar di bagian lengan dan beberapa sejumlah anggota tubuh lainnya.

"Korban sudah ditangani dokter spesialis. Laporan awal saya terima luka bakarnya di bagian lengan. Sementara untuk detailnya belum saya terima, saya masih di luar ruangan,” katanya saat dihubungi via seluler.


Editor : Donald Karouw