Tak Terima Ditegur, 3 Remaja di Makassar Bacok Tetangga hingga Kritis

Muhammad Sardi, Yoel Yusvin ยท Jumat, 15 Februari 2019 - 15:07 WIB
Tak Terima Ditegur, 3 Remaja di Makassar Bacok Tetangga hingga Kritis

Kondisi korban yang mendapat perawatan di RS karena mengalami luka bacokan di bagian wajah. (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Kasus pengeroyokan dengan senjata tajam terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang pemuda bernama Suwanto sekarat setelah dianiaya 3 remaja yang masih tetangganya dengan menggunakan parang dan busur.

Informasi yang dirangkum iNews, kasus penganiayaan ini bermula saat sepupu korban menegur ketiga pelaku yang melaju dalam kecepatan tinggi saat melintas di lorong permukiman. Teguran itu memicu amarah mereka yang memang telah memiliki dendam lama kepada korban.

Ketiganya lantas bersitegang dengan sepupu korban di Jalan Cendrawasih yang menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Saat cekcok itu, korban Suwanto datang untuk melerai. Namun nahas, dia justru jadi sasaran pengeroyokan.

BACA JUGA: Ngeri, Ibu di Ponorogo Bunuh Diri Potong Leher Pakai Gerinda

Para pelaku menebasnya dengan parang ke arah wajah korban hingga mengalami luka sobek. Tak sampai di situ, punggung korban juga terluka terkena anak panah dari busur yang dilesatkan pelaku.

Dalam kondisi kritis, warga membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Luka sabetan parang di wajah itu membuat korban berpeluang mengalami cacat seumur hidup.

“Korban ini mau melerai, namun mereka mengira ingin membantu saya. Salah satu pelaku lantas menebasnya,” ujar Wahyu, sepupu korban, Jumat (15/2/2019).

Diketahui kejadian penganiayaan ini terjadi pada 30 Januari 2019. Namun pelaku baru ditangkap dini hari tadi dan membuat keluarga korban mengamuk dan coba membalas dendam.

Identitas ketiga pelaku yang ditangkap yakni Tiar (18) dan Risaldi (23). Sementara pelaku utama pembacokan yakni M Irvan (19) yang ditembak polisi karena coba melarikan diri saat penangkapan.

“Ketiga pelaku sudah kami amankan, mereka terlibat kasus penganiayaan dengan busur dan parang. Motifnya dendam,” kata Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Ahmad Syah Jaman, Jumat (15/2/2019).


Editor : Donald Karouw