Taruna Penerbangan di Makassar Tewas Dianiaya, Polisi Periksa 24 Saksi

Andi Deri Sunggu ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 13:29 WIB
Taruna Penerbangan di Makassar Tewas Dianiaya, Polisi Periksa 24 Saksi

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fatul Rahman. (Foto: iNews/Andi Deri Sunggu)

MAKASSAR, iNews.id - Penyelidikan kasus penganiayaan yang berujung tewasnya taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru. Polisi pun telah meminta keterangan 24 saksi terkait kasus tersebut. Saat ini, polisi baru menetapkan satu tersangka yang merupakan senior korban. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Korban atas nama Aldama Putra (19), tewas dengan tubuh penuh luka lebam di kampusnya. Aldama diduga menjadi korban penganiayaan seniornya. Kasus ini terungkap dari hasil autopsi terhadap jasad korban atas permintaan pihak keluarga.

Dari situ diketahui, korban tewas dengan luka lebam hampir di sekujur tubuhnya. Padahal, pihak ATKP sebelumnya menyebut korban tewas usai terjatuh di kamar mandi.

BACA JUGA:

Taruna Akademi Penerbangan Makassar Tewas Penuh Luka, Diduga Dianiaya

Taruna Akademi Penerbangan Makassar Tewas Dianiaya, 1 Senior Tersangka    


Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fatul Rahman mengatakan, pihaknya kini terus melakukan pendalaman motif di balik kasus tersebut. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi korban.

“24 saksi telah dimintai keterangan, meliputi rekan korban di tingkat satu serta senior korban yang ada di tingkat dua ATKP. Dua saksi lainnya yang juga telah dimintai keterangan merupakan pembina di kampus ATKP,” kata Jamal saat ditemui, Rabu (6/2/2019).

Sementara itu, tersangka penganiayaan Muhammad Rusdi, yang juga senior korban juga telah ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka. “Jika terbukti, tersangka akan dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3, KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara,” ucapnya.

Sayangnya, hingga kini, pihak Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar belum memberikan keterangan mengenai kematian salah satu tarunanya, Aldama Putra di kampus.


Editor : Himas Puspito Putra