Terkena Penyakit Misterius, Warga di Jeneponto Curigai Kandang Kerbau

Sulaiman Nai ยท Selasa, 07 Mei 2019 - 11:42 WIB
Terkena Penyakit Misterius, Warga di Jeneponto Curigai Kandang Kerbau

Masyarakat yang pernah terkena penyakit misterius di desanya. (Foto: iNews/Sulaiman Nai).

JENEPONTO, iNews.id - Empat orang warga di Desa Tuju, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga terkena penyakit misterius. Sementara puluhan warga lainnya sempat menjalani perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit.

Sebelumnya, para warga ini tiba-tiba mengalami sakit kepala, sakit perut dan menggigil, serta muntah darah. Namun kini mereka sudah membaik dan sudah kembali ke rumah masing-masing, bahkan telah beraktivitas seperti biasa.

Seorang warga, Rahmat Kartono mengatakan, saat diperiksa di puskesmas atau rumah sakit, tidak ada penyakit khusus yang diderita warga. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari pengobatan alternatif.

"Kami panggil ustaz, dan kami melakukan rukiah," kata Rahmat kepada wartawan di Kampung Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Selasa (7/5/2019).

Setelah rukiah tersebut, warga baru merasa lebih sehat. Menurutnya, ada masalah-masalah gaib yang menjadi penyebab mereka mengalami sakit aneh. Dia mengakui, bahkan ada warga yang memilih mengungsi agar tidak tertular.

Meski meyakini kondisi warga di Kampung Garonggong sudah pulih setelah dirukiah, dia menilai, ada penyebab lain masyarakat menderita penyakit misterius tersebut. Di antaranya, karena kandang kerbau di dekat permukiman warga.

"Belum pernah ada ujia laboratorium di sana. Tapi memang perlu dilihat-lihat kondisi kandang tersebut," ujar dia.

Diduga penyakit tersebut bersumber dari kandang kerbau yang mengeluarkan bau busuk menyengat. Kandang tersebut memang hanya berjarak beberapa meter dari rumah warga, dan diharapkan ada uji laboratorium kandang kerbau tersebut.

Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas 1 di Kota Makassar, Sulsel, telah kecenderungan peningkatan kasus suspect chikungunya.

Ditemukan ada 27 kasus, tiga di antaranya meninggal dunia di wilayah kerja Puskesmas Buludoang, dan satu di rumah sakit Kabupaten Takalar. Keduanya menjadi tempat warga Kampung Garonggong mendapat pelayanan medis.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal