Tersinggung, Kakek 70 Tahun di Gowa Aniaya Adik Perempuannya dengan Golok

Bugma ยท Senin, 16 September 2019 - 14:29 WIB
Tersinggung, Kakek 70 Tahun di Gowa Aniaya Adik Perempuannya dengan Golok

Korban Daeng Puji (62), masih dirawat di Ruang UGD Puskesmas Moncobalang, Kabupaten Gowa, Sulsel, setelah dianiaya kakak kandungnya, Senin (16/9/2019). (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Seorang kakek berusia 70 tahun tega menganiaya adik kandungnya dengan senjata tajam jenis golok di Dusun Bontobila, Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya, korban mengalami luka-luka di bagian kepala hingga punggungnya.

Saat ini, korban penganiayaan, Daeng Puji (62), masih menjalani perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Moncobalang, Kabupaten Gowa. Korban mengalami luka parah akibat sabetan golok di kepala dan punggungnya. Sementara kakak kandung korban, Bundu alias Beta, yang menganiaya korban, sudah diamankan polisi.

Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Minggu sore (15/9/2019) ini, bermula saat korban Daeng Puji terlibat cekcok dengan kakak kandungnya Bundu alias Beta. Pelaku menuduh adiknya membuang rumput sembarangan.

BACA JUGA:

Suami Aniaya Istrinya dengan Besi Behel hingga Tewas, Pelaku Mengaku Khilaf

Istri Bunuh Suami di Dharmasraya, Mayatnya Dikubur Dibantu 2 Putranya

Diduga, korban mengucapkan kata-kata yang membuat kakaknya tersinggung. Setelah itu, sang kakak mengambil golok. Dia langsung menebas kepala dan punggung adik perempuannya hingga lima sabetan.

Menurut menantu korban, Muhtar Limpo, dirinya mendengar mertuanya berteriak-teriak meminta tolong saat hendak ditebas kakak kandungnya. Mendengar suara itu, Muhtar langsung mendatangi mertuanya.

“Ternyata setelah saya lihat, mertua saya itu sudah ditebas sampai luka-luka. Saya langsung panik dan kejar kakak mertua saya dan lapor ke polisi,” kata Muhtar Limpo.

Kapolsek Barombong AKP Hasyim mengatakan, pelaku Bundu alias Beta langsung diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Barombong Kabupaten Gowa. Polisi telah menyita senjata tajam jenis golok milik pelaku untuk dijadikan barang bukti.

“Dari hasil pemeriksaan, penganiayaan ini karena ada kalimat dari adik kandungnya yang membuat pelaku tersinggung. Dia mengambil golok dan menganiaya adik kandungnya,” kata Hasyim.

Kini, sang kakak harus menekam di sel tahanan Mapolsek Barombong Kabupaten Gowa. Pelaku terancam pidana lima tahun penjara. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan itu.


Editor : Maria Christina