Tukang Ojek Langganan Cabuli 6 Siswi Sekolah Dasar, 1 Orang Diperkosa

Bugma ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 10:43 WIB
Tukang Ojek Langganan Cabuli 6 Siswi Sekolah Dasar, 1 Orang Diperkosa

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menginterogasi tersangka pencabulan SS di Mapolres Gowa, Sulsel. (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Seorang tukang ojek di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi karena diduga telah mencabuli enam siswi Sekolah Dasar (SD), Selasa (9/10/2018). Satu di antara enam anak di bawah umur tersebut bahkan telah diperkosa hingga dua kali oleh pelaku.

Tersangka SS sehari-hari ditugaskan orang tua siswa untuk menjaga dan mengantar jemput anak-anak mereka dari sekolah ke rumah masing-masing. Namun, tersangka memanfaatkan pekerjaannya untuk mencabuli anak-anak tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gowa AKBP Shinto Silitonga memaparkan, pencabulan terhadap enam anak di bawah umur ini terbongkar setelah seorang guru tidak sengaja mendengarkan percakapan anak didiknya di ruangan kelas. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari tukang ojek SS di jalan, saat diantar jemput.

BACA JUGA:

Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Banyuwangi

87 Remaja Jadi Korban Pedofilia, Tersangka Dokumentasi Aksi Pencabulan

Para guru juga menerima laporan dari orang tua keenam korban. Setelah itu, salah seorang orang tua korban melaporkan kasus pencabulan ini ke polisi hingga pelaku akhirnya diringkus polisi.

“Orang tua murid membuat laporan tentang anaknya yang diduga dicabuli tukang ojek langganan antar jemput anaknya. Ternyata tidak hanya satu anak yang dicabuli, tapi ada 6 anak SD berusia 9-10 tahun mengalami hal yang sama,” kata Shinto di Mapolres Gowa, Selasa (9/10/2018).

Menurut pengakuan para korban, aksi bejat SS sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Bahkan, salah satu di antara korban diperkosa hingga dua kali di salah satu rumah kosong. Selama ini, para korban takut melaporkan aksi bejat pelaku kepada orang tuanya karena pelaku megancam memukul dan tidak mengantar mereka pulang ke rumah.

“Pelaku memanfaatkan situasi untuk mencabuli keenam korban saat mengantar dan menjemput korban dari sekolah dan rumahnya. Selain mengancam korban untuk tidak memberitahukan aksinya kepada orang tua mereka, pelaku juga memberikan uang kepada mereka antara Rp2.000 sampai Rp5.000,” paparnya.

Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa menyita sejumlah pakaian dalam milik korban, seragam sekolah serta pakaian ojek pelaku saat mengantar jemput keenam korban sebagai barang bukti. Tersangka SS dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Maria Christina