Viral, Ibu-ibu Kampanye Hitam Sebut Jokowi Akan Hapus Pendidikan Agama

Muhammad Sardi · Rabu, 06 Maret 2019 - 09:59 WIB
Viral, Ibu-ibu Kampanye Hitam Sebut Jokowi Akan Hapus Pendidikan Agama

Ibu-ibu yang mengajak warga untuk tidak memilih Capres Nomor Urut 01 Jokowi karena dituding akan menghapus pelajaran agama. (Foto: iNews/Muhammad Sardi)

MAKASSAR, iNews.id – Setelah di Karawang, Jawa Barat (Jabar), video kampanye hitam terhadap Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga beredar viral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang ibu-ibu mengajak warga untuk tidak memilih calon nomor urut 01 itu karena dinilai akan menghapuskan pelajaran agama.

Dalam video tersebut berdurasi 44 detik yang viral di media sosial itu, seorang ibu yang bertamu ke rumah penduduk mengajak pemilik rumah untuk memilih pasangan calon nomor 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, jika ingin memikirkan nasib agamanya.

“Kalau kita memilih Prabowo itu kan, kita pikirkan nasib agama kita. Anak-anak kita walaupun kita yang tidak menikmati. Tapi besok lima tahun, 10 tahun yang akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama di sekolah dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya?”

“Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus dari sekolah-sekolah. Terus rencananya itu mereka menggantikan pesantren itu menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini sehingga kita inginkan supaya,” paparnya.

Namun, belum selesai ibu-ibu itu berbicara, terdengar suara seorang laki-laki yang diduga pemilik rumah memotong pembicaraan. Dia mengaku terburu-buru dan meminta izin keluar rumah karena ada urusan. “Sami dulu tabe, kaburu-buru ini ka,” katanya.

BACA JUGA:

3 Perempuan Pelaku Kampanye Hitam soal Jokowi-Ma'ruf Jadi Tersangka

3 Ibu-ibu yang Kampanye Hitam soal Jokowi Masuk Relawan Prabowo-Sandi

Menyikapi hal ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melalui Divisi Koordinator Penindakan Ratna Dewi Pattolo telah meminta Bawaslu Provinsi Sulsel menelusuri video viral yang dinilai menyerang Capres Jokowi tersebut. Pasalnya, informasi beredar menyebutkan lokasi dalam video di Kota Makassar.

“Karena informasinya itu terjadi di Makassar, Bawaslu Sulsel sudah melakukan penelusuran. Tapi, sampai hari ini ternyata informasi itu belum ditemukan kebenarannya apakah benar itu di Makassar. Sebab, setelah diperintahkan ke kabupaten/kota, tidak ada satupun yang bisa menemukan di mana peristiwa itu terjadi dan siapa,” kata Ratna Dewi Pattolo, Selasa malam (5/3/2019) di Makassar.

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi membenarkan, sejak video itu beredar, pihaknya langsung konsolidasi dengan kabupaten/kota, Selasa (6/3/2019). Bawaslu diminta memastikan lokasi video yang disebut-sebut di Makassar, Sulsel.

“Hingga malam ini, konfirmasi dari teman-teman kabupaten yang sudah melakukan penelusuran di wilayahnya, belum ada kepastiannya lokasi itu di Sulsel atau di luar Sulsel,” kata Laode Arumahi.

Dia juga mengatakan, sampai sekarang juga belum ada laporan dari tim kampanye daerah yang merasa dirugikan dengan kampanye negatif itu. Meskipun begitu, Bawaslu akan tetap menelusuri video kampanye hitam tersebut.

“Tentu kalau kami bisa dapatkan lokasinya, maka langkah-langkah penindakan harus kami lakukan dengan meminta klarifikasi pihak-pihak terkait di video itu,” katanya.


Editor : Maria Christina