Viral Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Gowa, Begini Kisahnya

Herni Amir ยท Senin, 25 November 2019 - 03:28 WIB
Viral Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Gowa, Begini Kisahnya

Masjid megah berdiri di tengah kebun kopi di Gowa, Sulsel. (Foto: SINDOnews)

GOWA, iNews.id – Warganet dihebohkan dengan bangunan masjid mewah di tengah kebun kopi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Masjid itu viral setelah videonya diunggah oleh akun Luchyna Make Up ke media sosial. Dalam postingan itu, disebutkan ada masjid megah yang terletak di tengah hutan.

Camat Bontolempangan, Muslimin mengatakan, pekerja kopi dan masyarakat setempat memanfaatkan masjid itu untuk menunaikan salat lima waktu.

Pada awalnya di lokasi pembangunan Masjid ada batu besar yang dianggap "karrasa' (dikeramatkan) oleh masyarakat setempat.

Batu besar itu oleh sejumlah warga digunakan untuk melakukan persembahan atau 'sesajen'. Puang lalu memutuskan menghancurkan batu besar lalu dibangun Masjid.

"Setelah Masjid terbangun, lokasi itu pun ditempati untuk Salat dan belajar mengaji bagi warga setempat," kata Muslimin dikutip SINDOnews, Minggu (24/11/2019).

Kades Bontoloe Baharuddin mengatakan, masjid tersebut memang berada di wilayahnya dan letaknya di tengah pegunungan.

Masjid tersebut dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal bugis yang sering dipanggil Puang oleh masyarakat sekitar.Masjid itu digunakan untuk tempat ibadah bagi pekerja kebun kopi dan masyarakat Dusun Langkoa.

Dusun Langkoa sebagai permukiman terdekat, memiliki penduduk sekitar 800 hingga 1.000 jiwa. Puang sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika.

Jika datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu. "Masjidnya sudah lama ada, sekitar lima tahun. Jarak permukiman dari masjid sekitar 1 km," ungkapnya.

Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji. Guru-guru mengaji itu nantinya mengajarkan membaca Alquran untuk anak-anak penduduk sekitar.


Editor : Kastolani Marzuki