Viral Pemotor Pakai Helm Pisang Lolos Razia Polisi, Ini Kata Kasatlantas Wajo

Amnar Sengkang ยท Kamis, 05 September 2019 - 11:56 WIB
Viral Pemotor Pakai Helm Pisang Lolos Razia Polisi, Ini Kata Kasatlantas Wajo

Rekaman gambar video viral pemotor pakai helm pisang lolos Operasi Patuh 2019 di depan Kantor Satlantas Polres Wajo. (Foto: iNews/Amnar Sengkang)

WAJO, iNews.id – Seorang pengendara motor yang mengenakan pisang satu sisir sebagai helm lolos dari razia kepolisian saat melintas di depan Kantor Satlantas Polres Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi nekat dan kepercayaan diri  pengendara motor ini terekam kamera dan viral di media sosial.

Dalam video pendek yang beredar luas, tampak pemotor yang membawa muatan beberapa tandan pisang melintas dengan tenang pada Selasa (3/9/2019). Sementara di saat bersamaan, tiga polisi sedang berdiri di tepi jalan seolah tak menyadarinya.

Setelah lolos, pemotor ini sempat sekali menoleh ke samping dan meneruskan perjalanan. Rekaman video ini pun viral di medsos. Banyak tanggapan warganet yang mengomentari kejadian ini.


Atas kejadian viral tersebut, Polres Wajo pun memberi klarifikasi melalui Kasatlantas Polres Wajo AKP Muhammad Yusuf. Dia membenarkan jika rekaman yang viral tersebut memang terjadi di depan Kantor Satlantas Polres Wajo. Hanya saja, rekamannya diambil hanya sebagian, yakni pada bagian awalnya saja.

BACA JUGA: 2 Murid SD di Gowa Bersama Orang Tuanya Cakar dan Pukuli Guru saat Mengajar

“Video viral yang beredar itu hanya sepotong. Petugas kami mengejar dan memberhentikan pemotor itu di depan salah satu minimarket, namun yang bagian ini tidak ada direkaman,” ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Kasatlantas menjelaskan, kejadian ini terjadi pagi hari seusai anggota apel bersama untuk memulai Operasi Patuh 2019. Ketika itu, anggota baru bersiap akan meluncur ke titik-titik lokasi razia.

Saat itulah pengendara tersebut melintas dan sudah diteriaki anggota untuk menghentikan kendaraan namun terus melaju. Setelah itu anggota mengejar dan berhasil memberhentikannya.

Saat diberikan pengarahan dan dijelaskan kesalahannya melanggar aturan lalu lintas, petugas menyadari jika pemotor ini memiliki gangguan kesehatan.

“Pengendara ini ternyata sulit berbicara dan mendengar. Dia bekerja sebagai tukang bersih kuburan. Anggota kami kemudian memberi teguran agar lain kali saat berkendara harus menggunakan helm,” katanya.


Editor : Donald Karouw