Waspada Gelombang Tinggi di Makassar, Nelayan Dianjurkan Tak Melaut

Antara ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 12:41 WIB
Waspada Gelombang Tinggi di Makassar, Nelayan Dianjurkan Tak Melaut

Ilustrasi gelombang tinggi mengancam nelayan. (Foto: Istimewa).

MAKASSAR, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV menganjurkan nelayan di Kota Makassar dan sekitarnya tidak melaut selama beberapa hari ke depan. Hal ini dikarenakan gelombang laut di perairan tersebut berkisar 2,5 - 4 meter.

"Tinggi gelombang laut ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satunya karena angin bertiup kencang," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (22/1/2019).

Dia menyatakan, tinggi gelombang laut ini di atas angka normal setiap harinya, yakni 1,25 hingga 2,5 meter atau moderat sea. Sedangkan tinggi gelombang saat ini yang berkisar 2,5 hingga 4.0 meter masuk pada kategori rough sea.

"Pada kategori ini nelayan sangat tidak dianjurkan untuk melaut," ujar dia.

Nur Asia menyatakan, tingginya gelombang lebih disebabkan karena angin yang bertiup kencang di wilayah Selat Makassar bagian selatan. Kecepatan angin maksimum tercatat 32 knot dari arah Barat pukul 08.40 WITA.

"Untuk kecepatan angin yang tercatat itu 32 knot dan ini adalah kecepatan maksimum. Tinggi gelombang ini disebabkan karena kecepatan angin ini," ujar dia.

Dia mengingatkan kepada para nelayan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk nelayan kategori perahu kecil sangat tidak dianjurkan berlayar karena kecepatan angin yang kencang.

Pelayaran dengan kapal tongkang hanya mampu bertahan pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal Ferry mampu mengatasi kecepatan angin yang lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

"Di mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal