1 Korban Tewas Banjir Bandang di Tanah Datar Ditemukan, 1 Masih Hilang

Budi Sunandar ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 17:22 WIB
1 Korban Tewas Banjir Bandang di Tanah Datar Ditemukan, 1 Masih Hilang

Petugas gabungan dan warga mengevakuasi korban banjir bandang untuk diserahkan kepada keluarganya di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Sabtu (13/10/2018). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Memasuki hari ketiga pencarian korban banjir bandang di daerah Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), petugas gabungan dan relawan akhirnya berhasil menemukan satu lagi korban dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (13/10/2018). Dengan demikian, sudah lima korban tewas yang dievakuasi dan seorang lagi masih dalam pencarian.

Korban banjir bandang yang ditemukan diketahui bernama Erizal Efendi alias Buyung (55). Korban merupakan warga Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI dan Polri, serta relawan menemukan jenazah Erizal Efendi sekitar 1 kilometer (km) dari lokasi terjadinya banjir bandang. Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga.

BACA JUGA:

3 Jenazah Korban Banjir Bandang Tanah Datar Dimakamkan 1 Liang Lahat

Banjir Bandang Terjang Padang Pariaman, Puluhan Warga Terisolasi

3 Bersaudara Tewas Tertimbun Longsor di Padang Pariaman


Hingga Sabtu sore, petugas gabungan dan relawan telah berhasil mengevakuasi lima korban tewas akibat banjir bandang di Nagai Tanjung Bonai Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Sementara satu korban lagi masih dalam pencarian atas nama Daswirman (59).

“Ada informasi pengendara sepeda motor masih hilang. Yang satu pengemudinya loncat dan selamat sedangkan kawannya hilang,” kata Kapolres Tanah Datar AKBP Bayu Aji, Sabtu (13/10/2018).

Banjir bandang di Nagari Tanjung Bonai, Jorong Kalo-Kalo, Jorong Ranah Batu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, terjadi pada Kamis (11/10/2018) pukul 20.30 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengatakan, banjir bandang menyebabkan empat orang meninggal dunia dan tiga orang hilang. Korban meninggal karena hanyut saat banjir bandang, yakni Anis (2,5), W Efendi (10), Rani (30), dan Yerinda (56). Sementara tiga korban hilang yakni, Erizal (55), Daswirman (58) dan Yusrizal (45).

Banjir bandang juga menyebabkan enam korban luka-luka, enam unit rumah rusak berat, tiga kedai rusak berat, satu ruko rusak berat dan dua jembatan rusak berat. BPBD Tanah Datar bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan pencarian korban. “Pencarian dilakukan menyusuri sungai yang ada. Alat berat digunakan untuk membantu pencarian korban dan membersihkan lumpur,” kata Sutopo.

Bupati Tanah Datar telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari atas bencana tersebut, sejak 12-18 Oktober 2018. Pembukaan dapur umum untuk relawan dan masyarakat terdampak telah didirikan.


Editor : Maria Christina