10 Kotak Suara Terbakar di Gudang Logistik Pesisir Selatan Sumbar

Budi Sunandar, Antara ยท Senin, 22 April 2019 - 13:34 WIB
10 Kotak Suara Terbakar di Gudang Logistik Pesisir Selatan Sumbar

Salah satu rekaman gambar saat warga coba mendobrak masuk ruang gudang logistik kotak suara di Kantor Kecamatan Koto XI Tarusan, Senin (22/4/2019). (Foto: iNewsd/Budi Sunandar)

PAINAN, iNews.id – Bupati Hendrajoni mengecek langsung lokasi gudang logistik tempat penyimpanan kotak surat suara yang terbakar di Kantor Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Dia berpesan agar semua pihak menahan diri atas kejadian ini sehingga suasana tetap kondusif.

"Jangan berpikir macam-macam. Penyelenggara pemilu dan pihak terkait akan maksimal mencari akar permasalahan dari kejadian ini," ujarnya, Senin (11/4/2019).

Komisioner KPU Pesisir Selatan Medo Patria mengungkapkan, ada sejumlah kotak surat suara hasil pemilu yang ikut terbakar pada Senin dini hari pukul 01.30 WIB.

"Yang terbakar sekitar 10 kotak suara. Namun kami masih akan menghitung ulang," katanya di kantor Camat Koto XI Tarusan.

BACA JUGA: Gudang Logistik Kotak Suara di KPU Pesisir Selatan Sumbar Terbakar

Dia menambahkan kotak surat suara tersebut terbakar saat petugas penyelenggara pemilu masih menghitung hasil perolehan per TPS.

"Selain masih dalam tahap menghitung, personel TNI dan Polri juga bersiaga di lokasi," ucapnya.

Dia menjelaskan, begitu mengetahui ada kotak surat suara yang terbakar, secara bersamaan yang lainnya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Lokasi tempat kotak suara yang terbakar sudah dipasang garis polisi dan terlihat puluhan anggota berseragam lengkap berjaga di TKP.

Turut pula di lokasi kejadian, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ferry Herlambang dan Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan Letkol Kav Edwin Dwiguspana.

Diketahui, di Kecamatan Koto XI Tarusan terdapat 23 nagari (desa) dan 157 TPS. Surat suara hasil pencoblosan itu dibawa ke kecamatan untuk rekapitulasi. Namun mendadak terjadi kebakaran di dalam gudang logistik pemilu tersebut.


Editor : Donald Karouw