15 Rumah, Gereja dan Gedung Sekolah Rusak akibat Gempa Mentawai

Okezone ยท Senin, 04 Februari 2019 - 15:26 WIB
15 Rumah, Gereja dan Gedung Sekolah Rusak akibat Gempa Mentawai

Kondisi Bangunan Rusak Akibat Gempa Mentawa, Sabtu (2/2/2019). (Foto: Okezone)

PADANG, iNews.id – Gempa beruntun yang melanda Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (2/2/2019) lalu berdampak kerusakan sejumlah bangunan di Kecamatan Sikakap. Sedikitnya 15 rumah rusak dan sejumlah gedung fasilitas umum dan rumah ibadah terkena dampak gempa.

Menurut Camat Sikakap, Fransiskus Sakeletuk, data sementara ada 15 rumah yang rusak, 11 di antaranya retak-retak, dan beberapa rumah lantainya ambruk. “Empat rumah atapnya jatuh ke lantai, satu gereja di Dusun Sikautek rusak berat, dan SDN 02 Taikako juga rusak. Untung bangunan SD tersebut setengah permanen,” kata Fransiskus, Senin (4/2/2019).

Pendataan dilakukan oleh Camat Sikakap Fransiskus Sakaletuk, Kapolsek Sikakap Iptu Hendri, Danramil Sikakap Kapten INF Putra Damanik dan Kamla Sikakap Peltu. Dwi Wahyono, Senin tadi pagi. “Dari data sementara di Desa Taikako Kecamatan Sikakap dari 15 rumah di Dusun Lajau Manai, 11," ucap dia.

Kepala Dusun Lajau Manai, Sahrial Medis mengatakan, sedikitnya 15 rumah di wilayahnya rusak pascagempa. “Kerusakannya ada dinding yang retak, lubrik sapu-sapu atap jatuh ke lantai, sampai lantai rumah turun (ambrol),” katanya.

BACA JUGA:

Dalam 1 Jam, Kepulauan Mentawai Sumbar Diguncang Gempa Bumi 3 Kali

Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Beberapa Kali, Ini Penjelasan BMKG

 

Sedangkan dari gereja di Dusun Sikautek yang luasnya 10 meter dan panjang 21 meter mengalami kerusakan bagian menara depan.

“Jemaat di sini ada 43 Kepala Keluarga (KK). Menara gereja rubuh akibat gempa keempat, di mana gempa tersebut sangat kencang sekali kami rasakan," kata Ketua Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Dusun Sikautek, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Trisno Sapalakkai.

Sebelumnya dikabarkan, gempa bumi melanda kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (2/2/2019) sore hingga empat kali dalam waktu berdekatan, dirasakan cukup kuat oleh warga Kota Padang.

Guncangan gempa bumi 6,1 SR itu dilaporkan dirasakan di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, dan Solok dalam skala II-III MMI. Kemudian di Padang, Pariaman, Painan dalam skala III-IV MMI. Sementara di Kepulauan Mentawai meliputi wilayah Tua Pejat, Pagai Selatan, dirasakan dalam skala  IV-V MMI.


Editor : Himas Puspito Putra