Buka Posko, Balai Karantina Padang Terima 17 Ikan Invasif

Antara ยท Rabu, 25 Juli 2018 - 11:25 WIB
Buka Posko, Balai Karantina Padang Terima 17 Ikan Invasif

BKIPM menerima penyerahan ikan invasif (bukan spesies asli) dan berbahaya dari Komunitas Ikan Predator Minang. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra).

PADANG, iNews.id - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Padang, Sumatera Barat menerima 17 ekor ikan invasif atau berbahaya yang diserahkan oleh masyarakat di daerah tersebut. Penyerahan ikan itu dilakukan setelah adanya informasi balai karantina kepada masyarakat.
 
"Terakhir ikan yang diserahkan kepada kami pada Sabtu (21/7) yakni ikan aligator gar florida yang memiliki panjang hampir satu meter dan langsung kami karantina," kata Kepala BKIPM Padang Rudi Barmara, Rabu (25/7/2018).

Dia mengatakan pertama kali masyarakat menyerahkan 14 ekor invasif yang terdiri dari dua ekor ikan aligator gar spatula, satu ekor ikan aligator gar florida, satu ekor ikan tarpon, dan 10 ekor ikan sapu-sapu pada Rabu (4/7). "Penyerahan pertama itu dilakukan oleh Komunitas Ikan Predator Minang yang memelihara ikan tersebut," ujarnya.

Setelah itu masyarakat datang lagi pada Senin (9/7), mereka menyerahkan dua ekor ikan aligator spatula gar kepada BKIPM. "Ada lagi masyarakat di Payakumbuh yang melapor kepada kami bahwa mereka memelihara ikan invasif ini dan minta dijemput. Kami akan datang ke lokasi dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Menurut dia, ikan barbahaya atau invasif ini tidak boleh dipelihara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Perikanan yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Kemudian Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang larangan pemasukan jenis ikan berbahaya ke dalam wilayah NKRI.

Dia menjelaskan ikan yang tergolong dengan ikan jenis invasif itu terdapat 152 spesies dan kemungkinan dipelihara oleh warga Sumbar. Stasiun BKIPM membuka posko penyerahan secara sukarela ikan invasif mulai dari 1 Juli hingga 31 Juli 2018.

"Kita beri waktu masyarakat untuk bisa menyerahkannya secara sukarela selama satu bulan ini. Setelah itu baru kita bentuk tim melakukan penindakan terhadap orang yang tetap memeliharanya," kata dia.

Biasanya jenis ikan invasif yang dipelihara oleh masyarakat Sumbar, seperti ikan aligator, ikan arapaima, dan ikan piranha. "Kami mengimbau agar masyarakat yang memelihara ikan ini agar menyerahkannya kepada posko yang telah kami bentuk," ujarnya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi