2 Jembatan di Pasaman Barat Terputus Akibat Banjir, 875 KK Terisolasi

Antara ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 18:08 WIB
2 Jembatan di Pasaman Barat Terputus Akibat Banjir, 875 KK Terisolasi

Warga melintasi permukiman di Kabupaten Tanah Datar yang diterjang bencana tanah longsor. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SIMPANG EMPAT, iNews.id – Sedikitnya 875 kepala keluarga (KK) di dua lokasi Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terisolasi. Hal ini terjadi akibat putusnya dua jembatan gantung di Tanjung Pangkal-Gersindo di Kecamatan Pasaman dan jembatan Silayang-Lubuk Gobing di Kecamatan Ranah Batahan.

Camat Pasaman Andre Affandi mengatakan, jembatan gantung itu memiliki bentangan sekitar 100 meter yang menghubungkan Gersindo-Tanjung Pangkal menuju Ibu kota Kabupaten Pasaman Barat yakni Simpang Empat.

"Benar, jembatan Tanjung Pangkal menuju Gersindo putus total dilanda banjir. Sekitar 200 kepala keluarga boleh dikatakan terisolasi di Gersindo," katanya, Jumat (12/10/2018).


BACA JUGA:

5 Fakta Bencana di Sumbar, Longsor dan Banjir Rendam 11 Kabupaten/Kota

Ibu Hamil Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Datar Sumbar


Dia menjelaskan, untuk akses menuju Simpang Empat melalui dua jalan, pertama melewati jembatan gantung Tanjung Pangkal dan kedua dari Batang Saman. Sementara akses daerah Batang Saman juga terputus karena meluapnya Sungai Batang Saman.

Pihaknya bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan pihak terkait sedang mengumpulkan data rumah yang hanyut dan kerugian lainnya akibat banjir sejak Kamis (11/10).

"Untuk Kecamatan Pasaman ada dua titik banjir yang parah yakni Batang Saman dan Tanjung Pangkal, serta beberapa titik lainnya. Saat ini kami masih mengumpulkan data," ujarnya.

Sementara itu Camat Ranah Batahan Syawirman membenarkan jembatan gantung Silayang-Lubuk Gobing terputus total. "Jembatan itu menghubungkan Jorong Silayang menuju Lubuk Gobing yang merupakan akses utama. Saat ini terputus total," kata Syawirman.

Dia menyebutkan, sedikitnya 675 KK terisolasi di Lubuk Gobing karena putusnya jembatan penghubung tersebut. Dengan bentangan jembatan sekitar 65 meter, jembatan itu sangat penting bagi masyarakat karena satu-satunya akses menuju Lubuk Gobing.

"Kami sedang di lapangan dan mendata berapa rumah yang terendam dan rusak akibat banjir. Diperkirakan puluhan hektare lahan pertanian terendam banjir," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Tri Wahluyo membenarkan ada dua unit jembatan yang putus. “Ribuan rumah juga terendam saat ini. Kami masih memberikan bantuan evakuasi bagi warga korban banjir,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw