Jadi Tempat Kumpul Kebo dan Pesta Narkoba, Rumah Janda Digerebek Warga

Wahyu Sikumbang ยท Rabu, 15 Agustus 2018 - 23:28 WIB
Jadi Tempat Kumpul Kebo dan Pesta Narkoba, Rumah Janda Digerebek Warga

Petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Bukittinggi bersama warga menggerebek rumah seorang janda di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang).

BUKITTINGGI, iNews.id – Warga bersama petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), menggerebek rumah seorang Janda. Mereka mencurigai rumah milik Isna (42) dijadikan tempat kumpul kebo dan pesta narkoba para remaja.

Kepala Satpol PP Bukittinggi Syafnir mengatakan, petugas menggerebek rumah milik janda beranak tiga, warga Jalan Gurun Buai, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, pada Rabu (15/8/2018) malam, sekira pukul 20.30 WIB.  

Menurutnya, saat penggerebekan tujuh orang pemuda melarikan diri ke belakang rumah dan menghilang di kompleks kuburan. Namun salah satu pemuda bernama Feri (18) berhasil ditangkap dan langsung diamankan ke dalam rumah.

Syafnir menjelaskan, tiga orang anak Isna bernama Anggi (20), Saiful (18) dan Silvia (17) terpaksa harus berurusan dengan petugas. Saat digrebek anak perempuan Isna tepergok berduaan dengan teman prianya di salah satu kamar.

“Di kamar lain tempat para pemuda berkumpul, kami menemukan tiga puntung rokok diduga bercampur ganja, serta beberapa batang dan biji ganja,” kata Syafnir.

Dia mengungkapkan dua dari empat pemuda yang diamankan akan diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Bukittinggi bersama barang bukti ganja. Sedangkan dua orang lainnya yaitu pasangan kumpul kebo, beserta sepeda motor dan mobil yang ditinggal pemiliknya dibawa ke Kantor Satpol PP. “Pelaku melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2015, tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Andri mengatakan, penggerebekan itu atas laporan dari masyarakat yang resah atas perilaku keluarga Isna. “Kami lihat anak-anak ini pesta kedapatan kumpul kebo, ini sudah kurang lebih satu bulan. Mereka membuat resah warga,” katanya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi