Rampok Mobil Kas Bank Bawa Uang Rp3,5 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap

Antara ยท Jumat, 31 Agustus 2018 - 16:44 WIB
Rampok Mobil Kas Bank Bawa Uang Rp3,5 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap

Ilustrasi perampok. (Foto: Okezone)

BUKITTINGGI, iNews.id – Polisi menangkap sindikat pelaku perampokan mobil kas bank yang membawa uang tunai Rp3,5 miliar, pada 4 Juni 2018 lalu di kawasan PLTA Batang Agam, Bukitinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Perampokan itu melibatkan 10 orang pelaku, namun yang berhasil ditangkap baru enam orang.

Keenam pelaku yakni, Ramadhan Sinaga (35), Japar Lindungan Sinaga (31), Sarimin, Lamhot Situmorang, Ahmad Jubaidi Pohan, dan Liber Jadiman. Sementara empat pelaku lainnya yang masih dalam pencarian, yakni, Joko, Dedi Sinaga, Dedi, dan Dani.

“Enam orang pelaku sudah ditangkap dalam kurun waktu 20-28 Agustus 2018 di Sumatera Utara dan Riau sedangkan empat lainnya masih dalam pencarian,” kata Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana di Bukittinggi, Jumat (31/8/2018).

Arly memaparkan, kasus perampokan itu terjadi di kawasan PLTA Batang Agam, Senin (4/6/2018). Saat itu, mobil kas Bank Syariah Mandiri melaju dari Aur Kuning Bukittinggi membawa uang Rp3,5 miliar menuju Payakumbuh.

Polisi kemudian melakukan rekonstruksi dan mencari petunjuk lewat CCTV di sepanjang jalan yang dilalui mobil kas. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari pihak perbankan dan tiga saksi korban yang bertugas mengantar uang. Selain itu, polisi menurunkan 10 personel Satreskrim yang dibagi dalam tiga tim dan berkoordinasi dengan kepolisian dari luar Sumbar.

Informasi mengenai tersangka pertama, Ramadhan Sinaga, berasal dari Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang diduga juga merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.Ramadhan kemudian ditangkap pada 20 Agustus 2018 dengan barang bukti kepemilikan empat gram sabu-sabu.

Setelah diinterogasi, dia mengakui terlibat dalam perampokan sebesar Rp3,5 miliar bersama adiknya Japar Lindungan Sinaga (31), sekuriti bank dan delapan rekan lainnya. “Tersangka pertama akan menjalani dua proses hukum yaitu di Tapanuli Selatan untuk kasus narkoba dan di Bukittinggi untuk kasus perampokan. Kini dia ditahan di Polres Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Dari keterangan tersangka pertama, dilanjutkan penangkapan terhadap Japar pada 21 Agustus 2018 di rumahnya, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. “Penangkapan Japar sesuai dugaan awal bahwa perampokan melibatkan orang dalam,” ujarnya.

Dari keterangan dua tersangka itu, polisi berturut-turut menangkap tersangka lainnya, yakni Sarimin dan Lamhot Situmorang di Rokan Hilir, Riau, pada 25 Agustus 2018. Selanjutnya, Ahmad Jubaidi Pohan ditangkap di hari yang sama di Labuhanbatu, Sumut. Tersangka keenam Liber Jadiman ditangkap di Rokan Hilir pada 28 Agustus 2018.

Sementara empat tersangka lain yaitu Joko, Dedi Sinaga, panggilan Dedi dan panggilan Dani masih dalam pencarian. “Uang perampokan dibagi-bagi dan pada umumnya digunakan tersangka untuk membeli lahan sawit,” katanya.

Dia mengatakan, pengungkapan kasus perampokan itu memang memerlukan waktu cukup lama. Pasalnya, korban baru melapor setelah rentang waktu 12 jam usai kejadian sehingga polisi kehilangan jejak. Lokasi kejadian juga berada di daerah sepi atau tidak ada permukiman penduduk sehingga tidak ada saksi yang melihat kejadian.

“Para pelaku yang belum tertangkap masih kami kejar sambil tetap menggali lagi informasi dari para tersangka yang sudah ditangkap. Berapa uang yang tersisa juga masih dihitung,” katanya.


Editor : Maria Christina