Miris, 10 dari 16 Alat Pendeteksi Tsunami di Pariaman Rusak dan Dicuri

Antara · Kamis, 06 September 2018 - 10:42 WIB
Miris, 10 dari 16 Alat Pendeteksi Tsunami di Pariaman Rusak dan Dicuri

Alat pendeteksi tsunami. (Foto: Okezone)

PARIAMAN, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) membeberkan, 10 dari 16 alat sirene peringatan dini tsunami yang dipasang di kawasan pantai daerah itu mengalami kerusakan. Saat ini tinggal tersisa enam alat yang dapat berfungsi sebagai upaya peringatan pertama jika bencana terjadi.

Kepala BPBD Kota Pariaman Asrizal mengatakan, untuk memperbaiki sirene tersebut membutuhkan tenaga teknisi khusus dari Jakarta, sedangkan pengadaan barang pada 2018 belum ada.

"Alat itu bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Sumbar pada 2014. Kerusakan disebabkan akinya dicuri oleh oknum masyarakat, serta teknologinya yang sudah tidak berfungsi," kata Asrizal, Kamis (6/9/2018).

Dia mengungkapkan, Kota Pariaman memiliki garis pantai sepanjang 12,5 kilometer (Km). Idealnya daerah itu membutuhkan 16 sirene early warning system atau sistem peringatan dini tsunami.

Umumnya, sirene dipasang di tempat keramaian seperti Masjid Desa Rawang, Kantor Desa Ampalu, Desa Pauah Barat Kecamatan Pariaman Tengah, dan Masjid Mangguang Kecamatan Pariaman Utara.

"Masing-masing sirene ini memiliki daya jangkau hingga satu kilometer apabila mendeteksi adanya peringatan bencana alam seperti tsunami," ujarnya.

Sementara menyangkut jalur evakuasi, pemerintah setempat telah menyiapkan sedikitnya 20 titik kumpul dengan 22 jalur yang tersebar di Kecamatan Pariaman Utara, Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Selatan.

Selain itu juga terdapat beberapa bangunan yang bisa dijadikan shelter sementara apabila terjadi tsunami. Beberapa bangunan tersebut di antaranya Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SMPN) dan bekas kantor wali kota di Kelurahan Karan Aur.

“Kami mengimbau masyarakat agar melaporkan dan secara bersama menjaga fasilitas publik, seperti sirene karena ini menyangkut keselamatan jiwa,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw