4 Investor Jepang yang Kerja Sama dengan Pemkab Agam Dideportasi

Wahyu Sikumbang ยท Kamis, 25 Oktober 2018 - 22:38 WIB
4 Investor Jepang yang Kerja Sama dengan Pemkab Agam Dideportasi

Keempat WNA Jepang yang dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Agam, Sumbar, Kamis (25/10/2018). (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNews.id – Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Agam ke negaranya. Investor perusahaan air minum dan ahli air suling yang bekerja sama dengan Pemkab Agam, Sumatera Barat (Sumbar) ini dideportasi karena tidak melaporkan kegiatannya ke Kantor Imigrasi saat masuk ke Indonesia.

Keempat WNA Jepang tersebut, yakni Hayashi Mashiro (39), Kameda Hitoshi (63), Samaru Yuji (73), dan Chiba Masahiro (58). Mereka ditangkap petugas Imigrasi Kelas II Agam di sebuah kontrakan di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Selasa 23 Oktober lalu.

Hingga Kamis, keempat WNA masih ditahan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Agam. Mereka akan dideportasi besok, Jumat, 26 Oktober 2018.


BACA JUGA: 12 Tahun di Malaysia, TKI Dideportasi dan Sempat Telantar di Bandara


Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Agam Ezardy Syamsoe menyebutkan, empat WNA Jepang itu merupakan investor perusahaan air minum dan ahli air suling langsung minum. Mereka terbukti menyalahi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena tidak melapor saat masuk Indonesia.

“Keempat orang Jepang ini diminta untuk meninggalkan wilayah Indonesia,” kata Ezardy Syamsoe di Agam, Kamis (25/10/2018).

Namun, mereka masih diberi kesempatan untuk kembali ke Indonesia. Pasalnya, keempat WNA Jepang itu telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Pemkab Agam mengenai pengelolaan air.

“Jadi, masih ada kesempatan bagi mereka untuk kembali ke sini. Kami sudah memeriksa mereka dan mereka tidak terlalu melanggar aturan Keimigrasian. Hanya saja yang kami sayangkan, mereka tidak melapor ke Imigrasi,” papar Ezardy.

Akibat menyalahi aturan Keimigrasian, aktivitas WNA yang sedang menjalin kerja sama dengan Pemkab Agam ini terpaksa harus dihentikan sementara waktu.


Editor : Maria Christina