4.830 Jiwa Terdampak Banjir, Pemkab Solok Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Antara ยท Sabtu, 23 November 2019 - 13:02 WIB
4.830 Jiwa Terdampak Banjir, Pemkab Solok Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Orangtua dan guru membantu pelajar melintasi Jembatang Sungai Pangkua yang hampir roboh karena terjangan banjir pada Rabu dan Jumat (22/11/2019) malam. (Foto: ANTARA/Erik Ifansya Akbar)

PADANG, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menetapkan status tanggap darurat bencana banjir untuk Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dan Sungai Pagu selama 14 hari. Masa tanggap ini dimulai sejak Jumat (22/11/2019) hingga 5 Desember 2019.

"Selama periode ini, pemerintah daerah akan mengerahkan sumber daya manusia, peralatan dan logistik ke lokasi bencana sesuai dengan kebutuhan," ujar Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi, Sabtu (23/11/2019).

Menurutnya, masa tanggap darurat ini dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan penanganan banjir tersebut. Di mana bencana alam ini menerjang tiga Kecamatan, yaitu Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir pada Jumat (22/11/2019).

BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Nagari Tanjung Sani Agam, 2 Rumah Hanyut 12 Lainnya Rusak

Akibat bencana banjir ini, 1.078 kepala keluarga (KK) terdampak dengan jumlah jiwa mencapai 4.830 orang. Banjir juga sempat membuat Jalan Padang-Kerinci tidak bisa dilewati selama empat jam karena tertutup air.

Selain itu, satu unit rumah semipermanen di Karang Putiah Nagari persiapan Lubuk Gadang Barat daya hanyut terbawa air. Di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya, ada juga rumah yang rusak berat hingga sedang serta 12 hektare lahan pertanian rusak.

Sementara di Koto Parik Gadang Diateh, satu unit jembatan di Sungai Pangkua kondisinya makin parah dan dan jembatan di Nagari Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu runtuh.

"Untuk jembatan Sungai Pangkua akan kami kami usulkan pembangunannya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetapi untuk sementara kami pasang dulu penyangga berupa beronjong supaya bisa dilewati," katanya.

Diketahui, dalam banjir yang menerjang pada Jumat malam, wilayah Kampung Tarandam cukup parah terdampak dengan ketinggian air hampir 1,5 meter. Banjir menggenangi tiga sekolah satu masjid dan satu musala di kampung tersebut.

"Pagi tadi kami sudah menyalurkan sarapan kepada korban banjir. Sekarang kami bantu pembersihan rumah," tuturnya.


Editor : Donald Karouw