Akses Jalinsum Padang-Jambi Terputus akibat Longsor, 1 Mobil Terseret

Antara ยท Rabu, 12 Desember 2018 - 07:59 WIB
Akses Jalinsum Padang-Jambi Terputus akibat Longsor, 1 Mobil Terseret

Ilustrasi longsor. (Foto: iNews.id)

PADANG, iNews.id – Akses jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dengan Provinsi Jambi terputus akibat tanah longsor di panorama dua Sutinjau Laut, Rabu (12/12/2018), sekitar pukul 02.30 WIB. Longsor mengakibatkan satu mobil terseret. Namun, tidak ada korban jiwa.

“Material longsor menutup badan jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian 2 meter,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar E Rahman di Padang.

E Rahman mengatakan, satu unit mobil Toyota Avanza dilaporkan ikut terseret longsor, namun penumpangnya dapat menyelamatkan diri. Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi dan Kota Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pembersihan materil.

“Pusdalops Sumbar dan Kota Padang meminta bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumbar untuk bisa membantu pembersihan material longsor,” kata E Rahman.

BACA JUGA:

21 Titik Longsor di Agam, Jalan dan Lahan Pertanian Tertimbun Material

Jalur Padang-Bukittinggi Putus, 3 Jembatan Ambruk dan Terjadi Longsor

Saat ini tim masih bekerja di lapangan dan berupaya agar secepatnya akses jalan lintas Sumatera itu kembali bisa dilalui. Longsor yang menutupi badan jalan di Sitinjau Laut akibat tingginya curah hujan dua hari terakhir di Sumbar yang mengakibatkan kondisi tebing tanah menjadi labil.

Dia mengimbau pengendara agar tetap menjaga kewaspadaan melewati jalur-jalur rawan longsor, terutama saat hujan lebat.

Jalan lintas Sumatera yang melewati Kota Solok itu juga menjadi akses utama bagi masyarakat dari Pekanbaru menuju Padang, karena ruas jalan utama jalur itu juga terputus akibat jembatan ambruk dua hari lalu. Akibatnya jalan lintas melalui Solok makin dipadati oleh kendaraan sehingga ratusan kendaraan terjebak macet.

Untuk sementara alternatif jalur Padang-Pekanbaru yang tersisa melewati jalur Sicincin-Malalak atau melewati kelok 44 terus ke Pariaman dan Padang. Dua jalur itu juga memiliki karakter yang mirip, yaitu melewati tebing-tebing cukup curam dan rawan longsor saat hujan lebat.


Editor : Maria Christina