Balita 3 Tahun Anak Ketua RT di Padang Tewas dalam Septic Tank, Keluarga Merasa Janggal

Budi Sunandar ยท Jumat, 22 November 2019 - 14:58 WIB
Balita 3 Tahun Anak Ketua RT di Padang Tewas dalam Septic Tank, Keluarga Merasa Janggal

Lokasi yang menjadi TKP balita 3 tahun di Padang ditemukan meninggal dunia. (foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Seorang balita berusia 3 tahun ditemukan tewas dalam septic tank berkedalaman 140 cm di daerah Lolo Kasiak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Sebelumnya, korban yang merupakan anak ketua RT di lingkungan setempat hilang selama kurang lebih enam jam hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tersebut.

Informasi yang dirangkum iNews, kronologi kejadian berawal saat balita Ihsan Alfitra yang selama ini dijaga neneknya hilang saat bermain pada Rabu (20/11/2019) pukul 16.30 WIB. Keluarga bersama warga mencari di sekitar rumah hingga ke sawah-sawah namun tak jua menemukannya.

Sampai pukul 11 malam, puluhan warga dan pemuda yang membantu mencari sudah kelelahan dan patah semangat. Ketika itulah, kakak almarhum merasa ada yang mendorong dirinya untuk mengecek lubang septic tank milik tetangga. Benar saja, dia melihat tangan adiknya dan langsung mengangkat tubuhnya serta membawanya ke rumah dalam kondisi sudah meninggal.

BACA JUGA: Anak Bunuh Ayah di Tegal, Jasad Dibuang di Lubang Septic Tank

Kasus balita tewas dalam septic tank ini sudah dalam penanganan polisi. Jenazahnya kini berada di RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk menjalani autopsi dalam dan mengungkap penyebab pasti kematiannya.

“Kami akan visum bagian dalam untuk memastikan penyebab kematiannya,” ujar Syafrial Kani, kerabat korban, Kamis (21/11/2019).

Bukan tak beralasan, keluarga menemukan banyak kejanggalan atas kronologi dan kondisi jenazah korban. Selain itu tampak ada bekas luka memar di bagian kepala belakang.

Ibu korban, Ermizah yang sekaligus ketua RT berharap agar polisi dapat menangani kasusnya sehingga terungkap kebenarannya. Keluarga merasa anak mereka meninggal tak wajar dan diduga korban pembunuhan.

“Ada kecurigaan tentu, jika dihitung dari waktu hilang sampai pas ditemukan bisa sampai enam jam. Tapi jenazah anak saya yang masuk ke dalam septic tank tak menunjukkan bekas meminum air, kembung dan sebagainya. Justru ada memar di bagian kepala,” kata Ermizah, Jumat (22/11/2019).

Dia tak ingin berasumi dan menyerahkan sepenuhnya pada penganganan polisi.

“Jenazah anak saya seperti ditaruh baik-baik di dalam sana (septic tank). Seingat saya posisinya tertutup rapi, tapi gak taulah,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara. Namun dari hasil visum luar, ditemukan ada unsur kekerasan.


Editor : Donald Karouw