Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, 9 Rumah Rusak

Budi Sunandar ยท Minggu, 04 November 2018 - 16:35 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, 9 Rumah Rusak

Warga dibantu TNI bergotong royong menyingkirkan batang pohon yang menutupi alur Sungai Batang Baringin pascabanjir bandang di Korong Baringin, Nagari Koto Sani, Kecamatan 10 Koto Dibawah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (4/11/2018). (Foto: iNews.id/Budi Sunandar)

SOLOK, iNews.id - Setelah menerjang Kota Padang, banjir bandang akibat curah hujan tinggi melanda Korong Baringin, Nagari Koto Sani, Kecamatan 10 Koto Dibawah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (4/11/2018).

Bencana yang terjadi Minggu pagi itu mengakibatkan puluhan rumah terendam banjir dan lumpur. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun sebanyak 37 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Wali Jorong Nagari Koto Sani, Hendri Dunan mengatakan, banjir bandang terjadi selain akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur daerahnya sejak Sabtu (3/11/2018) siang hingga Minggu (4/11/2018) dini hari, juga meluapnya Sungai Batang Baringin.

“Hujan deras memang turun sejak beberapa hari ini, paling besar hujan jam 12 malam sampai jam 4 pagi. Orang-orang lagi pada tidur datanglah banjir bandang,” kata Hendri Dunan.

Akibat peristiwa itu, sebanyak 31 unit rumah warga terendam dan sembilan rumah di antaranya rusak berat. Tak hanya banjir bandang, tingginya intensitas hujan juga mengakibatkan longsor dan menimbun tiga rumah warga.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Tapi, ada 37 kepala keluarga yang terpaksa mengungi karena rumahnya rusak,” kata Hendri.

BACA JUGA:

Begini Detik-Detik Banjir Bandang Hanyutkan Jembatan di Kota Padang

Banjir 1,5 Meter Terjang 6 Kecamatan di Kota Padang, 3 Orang Hilang

Hingga Minggu sore, warga masih berupaya membersihkan material lumpur yang menumpuk di dalam rumah mereka hingga setebal 60 cm. Banjir bah ini juga merusak satu unit masjid dan pesantren, serta saluran air bersih warga.

Seorang korban banjir bandang, Jasnidah mengaku dia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lain lantaran rumahnya rusak diterjang banjir bandang. “Rumah kami ini rusak parah dan tidak bisa ditinggali kena banjir bandang,” katanya.



Jasnidah juga mengaku belum mendapat bantuan apa pun termasuk logistik dari pemerintah daerah setempat. “Sejak pagi sampai sekarang kami belum makan karena semua persediaan makanan hanyut terbawa banjir bandang. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang itu,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki