Banjir Bandang Terjang Padang Pariaman, Puluhan Warga Terisolasi

Eka Guspriadi ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 17:33 WIB
Banjir Bandang Terjang Padang Pariaman, Puluhan Warga Terisolasi

Warga bergotong royong memperbaiki jembatan yang ambruk akibat diterjang banjir bandang di Desa Koto Dalam Barat, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: iNews.id/Eka Guspriadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PADANG PARIAMAN, iNews.id - Banjir bandang menerjang Kenagarian Koto Dalam Barat, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (1/10/2018) sore.

Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama berjam-jam. Akibat kejadian itu, puluhan rumah terendam air bah dan dua di antaranya ambruk tergerus longsor. Selain itu, jembatan yang menghubungkan Desa Koto dengan Lurah Ampalu roboh diterjang banjir bandang. Akibatnya, puluhan kepala keluarga (KK) terisolasi. Banjir juga mengakibatkan aliran listrik terputus.

Seorang warga, Syamsidar menuturkan, air sungai mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB. Satu jam kemudian, air bah datang dan langsung menerjang seluruh rumah yang berada di pinggir sungai. Akibatnya, banyak warga yang terjebak dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumah.

“Kami tak menyangka ada air bah. Dulu pernah terjadi pada 2009 lalu, tapi tidak sebesar sekarang,” katanya, Selasa (2/10/2018).

BACA JUGA: Dilanda Banjir Bandang, Begini Kondisi Wilayah Madina

Menurut dia, air bah atau banjir bandang terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Sehingga, sungai tidak mampu menampung air hujan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Nagari Koto Dalam Barat, Ali Nuzir mengatakan, ambruknya jembatan tersebut mengakibatkan puluhan warga terisolasi. Mereka kemudian bergotong royong untuk membuka akses jalan sementara agar bisa dilalui kendaraan roda dua. “Jembatan itu satu-satunya akses jalan yang bisa dilalui kendaraan,” ucapnya.

Selain jembatan, kata dia, air bah juga menyebabkan tiga ekor sapi dan enam kambing mati, serta puluhan hektar sawah milik warga yang sudah ditanam rusak.

 


Editor : Kastolani Marzuki