Bencana Banjir di Solok Selatan, 4 Jembatan Rusak, 1 di Antaranya Putus Total

Antara ยท Senin, 25 November 2019 - 10:43 WIB
Bencana Banjir di Solok Selatan, 4 Jembatan Rusak, 1 di Antaranya Putus Total

Pelajar melintasi Jembatan Sungai Pangkua dibantu guru dan warga sekitar. Jembatan ini putus akibat banjir pada Minggu (24/11/2019) malam. (ANTARA/HO)

ADANG ARO, iNews.idBencana banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan empat jembatan terdampak kerusakan. Dua rusak berat dan dua lainnya rusak ringan.

Kondisi jembatan rusak berat yakni berada di Sungai Pangkua dan Lubuk Gadang Selatan. Sementara di Pasir Talang dan Luak Kapau kondisinya rusak ringan.

Camat Koto Parik Gadang Diateh Syahrul mengatakan, saat ini jembatan di Sungai Pangkua masih dimanfaatkan warga dengan berjalan kaki.

BACA JUGA: 4.830 Jiwa Terdampak Banjir, Pemkab Solok Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat

"Warga membuat penghubung antara badan jembatan dan pinggir jalan dengan kayu supaya bisa dilewati pejalan kaki," katanya, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, kondisi sebenarnya sangat berbahaya untuk dilalui, tetapi masih dimanfaatkan para pejalan jalan kaki. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan Yulian Efi mengatakan, pemkab telah menetapkan status tanggap darurat bencana usai dilanda banjir besar pada Rabu hingga Jumat (20-22/11/2019). Jembatan Sungai Pangkua ini sudah rusak dan pada Jumat malam, kondisinya semakin parah hingga putus total pada Minggu (24/11/2019) malam.

"Untuk pembangunan baru jembatan Sungai Pangkua dibutuhkan biaya sekitar Rp15 miliar sampai Rp20 miliar," ujarnya, Senin (25/11/2019).

Dia mengungkapkan, warga Sungai Pangkua saat ini bisa menggunakan jalan lain untuk akses sehari-hari, hanya saja harus memutar lebih jauh.

"Masyarakat tidak terisolasi karena putusnya Jembatan Sungai Pangkua sebab masih ada akses lain yang bisa dimanfaatkan walaupun lebih jauh," katanya.

Saat ini, Pemkab Solok Selatan telah menyurat ke Balai Wilayah Jalan di Padang untuk pinjam pakai jembatan darurat (bailey). Pemanfaatannya untuk membantu mobilitas 5.000 warga setempat agar tidak memutar terlalu jauh.


Editor : Donald Karouw